Breaking News:

Angka Stunting di Gowa Sisa 6,26 Persen, Ma’ruf Amin: 1 dari 4 Balita Alami Stunting

Pada 2018, prevalensi stunting di Gowa berada di angka 40,50 persen, dan pada 2019 turun di 36,90 persen, selanjutnya 2020 sudah di angka 6,26 persen.

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Humas Pemkab Gowa
Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni mengikuti puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 di Peace Room A'Kio Kantor Bupati Jl Mesjid Raya Kecamatan Somba, Selasa (29/6/2021) pagi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni mengikuti puncak peringatan Hari keluarga nasional (Harganas) ke-28 di Peace Room A’Kio Kantor Bupati Gowa, Jl Mesjid Raya, Selasa (29/6/2021).

Pemda Gowa siap menindaklanjuti instruksi Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin untuk menekan angka prevalensi stunting hingga di bawah 14 persen pada 2024.

Karaeng Kio sapaan Abdul Rauf Malaganni mengatakan, hingga saat ini pemerintah telah aktif melakukan penanganan stunting melalui SKPD terkait, bekerjasama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Gowa.

Dengan upaya tersebut, kondisi stunting di Gowa mulai mengalami penurunan yang signifikan setiap tahunnya.

Dimana pada 2018 lalu, prevalensi stunting berada di angka 40,50 persen, kemudian pada 2019 lalu menurun di 36,90 persen, selanjutnya pada 2020 sudah berada di angka 6,26 persen.

“Ini dicapai karena kerjasama yang baik dengan semua stakeholder dengan melakukan berbagai upaya dan inovasi di lapangan,” jelasnya.

Sementara Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Gowa Sofyan Daud mengatakan sesuai dengan tupoksi PPKB dalam penanganan stunting pihaknya aktif memberikan penyuluhan dan sosialisasi. Khususnya, mengenai 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Di lapangan kami memiliki kader sub ppkbd yang aktif memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dengan melakukan kunjungan rumah atau lewat posyandu untuk memberikan pengetahuan asupan gizi yang cukup agar tidak mengalami stunting,” katanya.

Selain itu, tugas PPKB juga melalui Bina Keluarga Balita di mana program ini diperuntukkan bagi keluarga memiliki balita untuk diberikan pengetahuan bagaimana melakukan rangsangan tehadap anak.

Karena itu lanjutnya, sebanyak 90 persen otak balita akan berkembang pada usia 0-2 tahun sehingga rangsangan sangat dibutuhkan diusia tersebut. Tak hanya itu, langkah yang dilakukan PPKB juga menyarankan para ibu yang baru melahirkan untuk memasang KB.

Hal itu dilakukan agar mempunyai waktu yang cukup dalam mengasuh anak dengan baik agar gizi tercukupi dan tidak mengalami stunting.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved