Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Investasi

Tiga Cara Kenali Jenis Investasi Bodong dari Mabes Polri

Peristiwa Investasi Bodong kembali sudah berulang kali di Sumatera Utara. Berikut 3 cara mengenali Investasi Bodong dari Mabes Polri.

Editor: Muh Hasim Arfah
tribunnews.com
Peristiwa Investasi Bodong kembali sudah berulang kali di Sumatera Utara. Berikut 3 cara mengenali Investasi Bodong dari Mabes Polri. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Lagi-lagi ratusan warga korban penipuan Investasi Bodong berupa tabungan dari Yayasan Sari Asih Nusantara Deli Serdang, Sumatera Utara, terlibat kericuhan dengan petugas kepolisian.

Kericuhan terjadi saat warga mengadang rombongan Kapolda Sumut yang melakukan kunjungan ke Polresta Deli Serdang.

Untuk menghindari kericuhan lebih lanjut Kapolda Sumut akhirnya mendengarkan langsung aspirasi san keluhan warga.

Peristiwa warga kena Investasi Bodong sudah berulang kali.

Di Sulawesi Selatan, Investasi Bodong paling merugikan masyarakat adalah KSP di Pinrang.

Baca juga: Tips dan Strategi Investasi untuk Ibu Rumah Tangga Hasilkan Uang Meski Tak Bekerja

Bagaimana cara menghindari Investasi Bodong, berikut tips investasi dari kepolisian yang disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Argo Yuwono mengatakan, pada dasarnya sangat mudah mengenali Investasi Ilegal alias bodong.

Untuk masyarakat setidaknya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mengenali dan mengantisipasi penipuan lewat modus investasi.

Paling pertama itu jangan tergiur dengan tawaran investasi bunga tinggi melebihi ketentuan BI.

Contohnya pandawa, aturannya 5-7 persen per tahun, dia masa berani kasih 10 persen per bulan?” katanya.

Baca juga: 5 Tips Investasi Mudah dan Aman untuk Mahasiswa

Kedua masyarakat harus teliti dan mencari tahu orang yang menawari investasi. Dan harus mencari tahu siapa leader-leadernya.

“Harus tahu juga leadernya siapa dan kantornya di mana. Ini pasti mereka mainnya skala besar sampe ke luar. Cari tahu kantornya ada atau tidak. Jangan-jangan tidak punya kantor. Maksimalkan teknologi, internet sekarang mempermudah,” imbaunya.

Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah masyarakat bisa hidup dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencari tahu keabsahan perusahaan investasi yang memberikan tawaran.

“Yang paling penting sekarang masyarakat bisa koordinasi langsung dengan OJK. Belum lama ini kami koordinasi dan pihak OJK bilang sekarang buka pintu.

Masyarakat bisa tanya, perusahan investasi atas nama ini terdaftar atau tidak. Kalau lewat telepon saya belum dapat info, tapi pintu OJK selalu terbuka,” jelasnya.

Belakangan ini penipuan dengan modus investasi kerap terjadi.(*)

Baca juga: 4 Keuntungan Investasi Reksadana Pasar Uang, Pemula Wajib Tahu!

Baca juga: Lima Alasan Gen Z atau Milenial Harus investasi Sejak Dini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved