Breaking News:

Tribun Maros

Stok Sapi Kurban di Maros Ada 1.112 Ekor

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) kabupaten Maros menjamin ketersedian stok hewan ternak sapi jelang Idul Adha.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Ternak sapi masyarakat di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) kabupaten Maros menjamin ketersedian stok hewan ternak sapi jelang Idul Adha.

Kepala Dinas DPKP Kabupaten Maros, Muhammad Alfian mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mempersiapkan hewan ternak menghadapi Idul Adha.

Berdasar data yang dimiliki statistik hewan, populasi hewan ternak sapi yang tersedia di Rumah Pemotongan Hewan dan peternakan di Maros berjumlah 1.112 ekor. 

DPKP memprediksi kebutuhan sapi kurban tahun ini tidak jauh dari jumlah yang tersedia. 

Pihaknya optimis sebagai salah satu daerah penyetok sapi kurban untuk kota Makassar, kabupaten Maros telah siap untuk melakukan pemeriksaan  kesehatan hewan kurban.

"Sebelum disalurkan sebagai hewan kurban, sapi-sapi tersebut harus melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh tim khusus yang dibentuk," ucapnya saat dihubungi via WhatsApp oleh tribunmaros.com, Selasa (29/06/21) siang.

Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh peternak atau pedagang yang ingin menjual sapinya adalah Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Sapi tidak akan dijual bila tanpa mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan ," jelasnya.

Sementara Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan, DPKP Kabupaten Maros, drh Ujistianti menambahkan, pelaksanaan pemeriksaan hewan kurban baru akan dilakukan beberapa hari mendatang. 

Meskipun saat ini, sudah ada tim yang melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak atas permintaan pemilik ternak.

"Belum ada pemeriksaan yang dilaksakan oleh Pemda. Tapi sudah ada yang yang turun memeriksa atas permintaan peternaknya. Karena hewan tersebut akan dijual," jelasnya.

Ujistiani menuturkan, pihak DPKP akan melakukan pemeriksaan meliputi antemortem dan sebelum pemotongan meliputi pemeriksaan kesehatan ternak.

Ini untuk melihat ada tidaknya penyakit menular maupun tidak menular. 

"Kalau sudah diperiksa, maka kami akan memberikan SKKH, sebagai landasan bahwa hewan tersebut layak untuk dikurban," ujarnya. 

Ujistianti mengatakan, populasi hewan ternak sapi di Maros itu meliputi kecamatan Tompobulu, Bantimurung dan Camba. 

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved