Breaking News:

PON Papua

126 Atlet dari 13 Cabang Olahraga kembali Jalani Tes Fisik dan Psikotes di Kantor KONI Sulsel

Tes ini dilakukan untuk menguji ketahanan fisik para atlet jelang even Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021

Editor: Ilham Mulyawan Indra
Dokumentasi KONI Sulsel
Tim medis sedang memeriksa tekanan darah atlet di kantor KONI Sulsel, Selasa (29/6/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 126 atlet dari 13 cabang olahraga mengikuti tes fisik dan psikotest yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan.

Tes ini dilakukan untuk menguji ketahanan fisik para atlet jelang even Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Test diselenggarakan selama tiga hari, mulai Selasa (29/6/2021) hingga Kamis (1/7/2021) di Kantor KONI Sulawesi Selatan, Jln Sultan Hasanuddin, Kota Makassar.

Atlet Sulsel sedang menjalani tes fisik di halaman depan Kantor KONI Sulsel, Selasa (29/6/2021)
Atlet Sulsel sedang menjalani tes fisik di halaman depan Kantor KONI Sulsel, Selasa (29/6/2021) (Dokumentasi KONI Sulsel)

Tes fisik ini merupakan tes terakhir, sekaligus penentu bagi atlet yang akan ditetapkan lolos membela kontingen Sulsel di PON Papua mendatang.

Tahapan test fisik dan psikotes ini tak jauh berbeda dari tahapan test sebelumnya dimana atlet menjalani test kesehatan diawal dengan memeriksakan kesehatan diruang kesehatan oleh tim medis koni sulsel meliputi indeks bahasa tubuh seperti pengukuran suhu tubuh, mengukur tekanana darah, berat dan tinggi badan.

Usai itu, atlet menjalani test kebugaran yang mengukur detak jantung dan denyut nadi menggunakan elektrodiagram.

Test diruang kesehatan ini diakhiri dengan pemeriksaan deformitas yakni mengukur kemampuan organ tubuh yang vital seperti lengan, siku, paha, lutut dan tungkai kaki.

Usai menjalani test kesehatan dan psiko test, altet diwajibkan menjalani test tambahan dilantai dua dengan vertical jump yang mengukur kekuatan kaki yang dinilai dari kemampuan lompatan,

Kemudian medicine ball dengan gerakan melempar dan menangkap bola yang bertujuan meningkatkan kecerdasan kinestika serta horizontal jump dan squat jump sebagai pengukur kekuatan otot perut, otot lengan, punggung dan lengan.

Ketua panitia test Syamsuddin Umar mengungkapkan rangkaian tes ini menjadi penentu apakah atlet tersebut akan lolos membela propinsi sulsel diarena PON Papua akhir tahun ini atau tidak.

“Tahapan yang telah berjalan ini akan kita lihat hasilnya pada hari terakhir test dihari kamis lusa. Namun jika melihat hasil test hari ini (selasa) grafik kemampuan atlet menjalani tes mengalami peningkatan,” ujar pria yang juga mantan pelatih PSM Makassar itu dikutip dari rilis yang diterima.

Pada kesempatan sama, Koordinator Satgas PON Papua Moh.Roem mengaku yakin target sulsel masuk dalam rangking 10 besar bisa terwujudkan.

“Karena kita berharap hasil tes ini menjadi acuan membentuk tim tangguh, " pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved