PSM Makassar
Profil Zulkifli Syukur Bek PSM Makassar, Pernah Kerja Serabutan Demi Sepatu Bola
Zulkifli Syukur kini bermain untuk PSM Makassar setelah melanglang buana dengan beberapa klub di tanah air.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Zulkifli Syukur kini bermain untuk PSM Makassar.
Setelah melanglang buana dengan beberapa klub di tanah air, pemain berposisi bek kanan akhirnya kembali ke tanah kelahirannya.
Zulkifli Syukur lahir di Makassar 3 Mei 1984. Saat telah berusia 37 tahun.
Meski begitu, dia masih memiliki stamina yang bagus.
Bahkan mampu bersaing dengan pemain muda untuk merebut posisi utama di skuad Laskar Pinisi.
Anak dari M Syukur dan Mardiana ini sudah menggeluti dunia sepak bola sejak kecil.
Ia bermain bola bersama temannya di depan rumah, atau Lapangan Hasanuddin dan Lapangan Karebosi.
Beberapa kali ia dilarang bermain sepak bola oleh tante yang mengasuhnya bernama Nusiha, karena pakaiannya kotor setelah bermain sepak bola.
Namun, Zul sapaan akrab Zulkifli Syukur tetap ngotot bermain sepak bola. Bahkan ia pernah kerja serabutan demi membeli sepatu sepak bola.
Mulai dari tukang cuci piring di warung coto, tukang parkir sampai bersihkan selokan demi membeli sepatu bola. Hal ini juga tidak diketahui oleh tantenya.
Zulkifli Syukur tinggal di rumah tantenya sepeninggal ayahnya dan ibunya tinggal di Timika, Papua.
Pemain bernomor punggung 3 ini memulai karir sepak bola di PSM Makassar tahun 2002 setelah bermain di skuad PSM Makassar junior.
Kemudian di tahun 2005, dia pindah ke Persim Maros, klub sepak bola Kabupaten Maros.
Tahun 2006 bersama sahabatnya Hendra Ridwan, Zul bertolak ke Bontang, Kalimantan Timur. Di sana Zulkifli hanya bertahan setahun.
Setelah itu pria bertinggi 175 centimeter ini kembali ke tanah Sulawesi, tapi bukan ke PSM Makassar atau Persim Maros. Melainkan, Zul bergabung ke Persmin Minahasa, Sulawesi Utara tahun 2007.
Penampilannya yang memukau bersama Persmin Minahasa di posisi bek kanan membuat banyak klub mengincarnya.
Ia memutuskan menerima tawaran dari Arema Malang tahun 2008. Tiga tahun bersama Arema Zul berhasil mempersembahkan juara liga.
Selanjutnya pada tahu 2011, ia meningggalkan Arema Malang, berlabuh di Kota Bandung, membela Persib Bandung.
Namun, Zul tak bertahan lama di Persib. Hanya semusim di sana, ia hengkang ke Mitra Kukar tahun 2012.
Tiga tahun memperkuat Naga Mekes, Zul memutuskan pindah. Dia bergabung ke Borneo FC tahun 2015.
Zul tak lama bertahan di Borneo. Ia memutuskan kembali ke tanah kelahirannya, Makassar.
Suami Minny Sumarni ini bergabung dengan PSM Makassar untuk mengarungi Liga 1 musim 2017.
Dia menjadi andalan PSM Makassar dalam mengawal sisi kanan pertahan Juku Eja.
Sempat dibekap cedera dan butuh banyak waktu bermain, Zul meningggalkan PSM Makassar di paruh kedua Liga 1 2019. Ia berlabuh ke Sriwijaya FC dengan status pinjaman.
Usai masa peminjaman selesai, Zul kembali ke PSM Makassar. Ia membela PSM Makassar pada Piala Menpora 2021 dan kini melakukan persiapan bersama PSM Makassar menjelang bergulirnya Liga 1 2021-2022.
Prestasi Zulkifli Syukur
Selama hampir 20 tahun berkarir di dunia sepak bola, sejumlah prestasi di raih Zulkifli Syukur.
Ketika membela Arema Malang, juara Liga Super Indonesia diraih di musim 2009-2010.
Kemudian bersama PSM Makassar meraih juara Piala Indonesia tahun 2018.
Tak hanya itu, Zulkifli telah memperkuat tim nasional U-23 pada tahun 2006 hingga 2007.
Debut dengan Timnas Indonesia senior dijalani pada 1 Desember 2010. Kala itu Indonesia berhasil kalahkan Malaysia dengan skor 5-1 di laga pembuka Piala AFF.
Semenjak itu, nama Zulkifli Syukur rutin mengisi pos bek kanan tim Garuda di berbagai ajang dan pertandingan.
Pada 2014, Zulkifli Syukur pensiun dari sepak bola internasional.
Tercatat ia masuk ke skuad timnas Indonesia di berbagai kompetisi dan ajang semacam kualifikasi Piala Asia, Piala AFF dan Kualifikasi Piala Dunia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pemain-psm-makassar-zulkifli-syukur-2862021.jpg)