Breaking News:

Tribun Bulukumba

Petani di Bulukumba Kesulitan Dapat Pupuk, Harga Dipasaran Capai Rp200 Ribu/Sak

Kelangkaan pupuk bersubsidi masih dikeluhkan sejumlah petani di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
ist
Pupuk urea milik warga di Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kelangkaan pupuk bersubsidi masih dikeluhkan sejumlah petani di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Petani masih menjerit, pasalnya distribusi pupuk bersubsidi masih lama padahal sudah akan digunakan oleh petani.

Petani Desa Barombong, Kecamatan Gantarang, Ilham, adalah satu dari sekian petani yang mengeluhkan itu.

Pasalnya, padi miliknya kini telah memasuki masa pemupukan.

Jika kondisi terus berlanjut, ia curiga produksi padi di Bulukumba akan merosot.

Dan keinginan bupati untuk menjadikan Gantarang sebagai lumbung padi akan sulit.

Kalaupun ada pupuk, dia bersama petani lainnya biasanya harus membayar lebih.

Jika biasanya dipasaran hanya Rp105 ribu persaknya, namun karena kelangkaan dibeli hingga Rp 200 ribu.

"Saya mengharapkan bupati dan dinas terkait untuk segera turun tangan, jangan sampai keinginan bupati menjadikan Gantarang sebagai lumbung padi hanya mimpi belaka," kata Ilham, Senin (28/6/2021) siang.

Beberapa petani di Desa Bontomacinna, bahkan mulai beralih ke pupuk non subsidi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved