Breaking News:

Tribun Sulsel

Kenapa Ada Hujan di Musim Kemarau? Berikut Penjelasan BMKG

Kenapa Ada Hujan di Musim Kemarau? Berikut Penjelasan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
Sejumlah kendaraan melintasi genangan air di Jl Tun Abd Razak, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (25/6/2021). Tak adanya drainase di tepi jalan ini jadi penyebab terjadinya genangan mulai dari depan Perumahan Modern Estate hingga jembatan tiga. Genangan air di lokasi tersebut cukup parah karena meskipun hujan sudah lama berhenti genangan tak juga surut. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beberapa hari belakangan ini sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) diguyur hujan.

Padahal, bulan April umumnya wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, selambat-lambatnya pada Mei.

Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Siti Nurhayati Hamzah mengatakan untuk wilayah Sulsel musim kemarau dimulai Mei.

Namun pada Minggu terakhir Juni ini terjadi hujan di beberapa daerah.

Fenomena ini menurutnya masih dikategorikan normal.

Kejadian hujan di musim kemarau merupakan hal biasa.

"Masih normal, musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan," ucap Siti Nurhayati Hamzah saat dihubungi tribun-timur.com lewat sambungan telepon, Minggu (27/6/2021) pagi.

Turunnya hujan, kata dia, hanya dipengaruhi oleh kondisi lokal, tidak ada pengaruh atau fenomena global.

Apalagi intensitas hujannya tidak terus menerus, tidak deras, tidak disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

"Tidak ada fenomena lain yang mempengaruhi, itu cuma pengaruh lokal saja yang menyebabkan hujan-hujan sekarang terjadi," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved