Breaking News:

Tribun Sinjai

Kekerasan Anak Marak, Kasat Reskrim Polres Sinjai Minta Guru dan Orang Tua Lakukan Pengawasan

Pihak Polres Sinjai, Sulawesi Selatan meminta para orang tua anak dan guru di sekolah untuk ikut bersama-sama mengawasi anak

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Abustam 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA -Pihak Polres Sinjai, Sulawesi Selatan meminta para orang tua anak dan guru di sekolah untuk ikut bersama-sama mengawasi anak dan peserta didik masing-masing.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Abustam.

Ia mengatakan, saat ini aksi kekerasan dan pelecehan seksual kepada anak hampir terjadi dalam setiap bulan.

Karena itu pihak Polres Sinjai menegaskan kepada para orang tua dan guru di sekolah untuk berperan utama melakukan pengawasan kepada anak-anak.

"Terkait banyaknya aksi kekerasan anak dan pelecehan seksual terhadap anak, kami minta para guru di sekolah dan para orang tua masing-masing untuk tidak memberikan kebebasan kepada anaknya," kata Abustam kepada TribunSinjai.Com, Kamis (24/6/2021).

Dari sejumlah kekerasan dan seksual terhadap anak umumnya tidak diawasi aktivitasnya oleh para orang tua mereka.

Apalagi saat ini dimasa pandemi covid-19, anak-anak pelajar jarang lagi masuk di sekolah seperti sebelumnya.

Selain para orang tua anak masing-masing, para guru juga yang lebih penting diharapkan peranan pemerintah di daerah masing-masing.

Terpisah Wakil Ketua MUI Sinjai, Fadhelullah Marzuki mengajak semua pihak termasuk seluruh orang tua yang memiliki anak remaja agar setiap hari melakukan pengawasan.

Termasuk pemerintah di daerah masing-masing baik di desa dan kelurahan.

"Anak ini adalah generasi pelanjut kita. Kalau kita biarkan pergaulannya merusak orang lain ini tak dibenarkan oleh agama apapun," kata Fadhelullah Marzuki.

Karenanya ia berharap agar semua pihak untuk sama-sama ikut mencegah aksi-aksi yang merusak moral anak dan masyarakat tidak boleh tinggal diam termasuk para mubaligh agar terus mengingatkan hal-hal menyangkut generasi muda di atas mimbar.

Sementara data dari kepolisian diperoleh bahwa beberapa kasus yang menimpa sejumlah anak di Sinjai mulai terlibat aksi pencurian, ada sejumlah yang narkoba, ada yang balap liar mengganggu stabilitas, ada yang pesta miras, hingga ada aksi pelecehan seksual. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved