Tribun Takalar
Kronologi Petani di Polsel Takalar Tewas Tersambar Petir
Firman Dg Nimbang (35) tewas tersambar petir di Kampung Bontoparang, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Firman Dg Nimbang (35) tewas tersambar petir di Kampung Bontoparang, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) Kabupaten Takalar, Selasa (20/6/2021) siang.
Kapolsek Polsel, AKP Idrus menjelaskan kronologi korban yang tewas tersambar petir.
Korban saat itu sedang bertani di sawah.
Ketika Firman ingin pulang, hujan turun. Ia pun berlari pulang ke rumahnya.
Sekira lima ratus atau satu kilometer dari sawah, korban tersambar petir.
Akibatnya, korban mengalami luka bakar dan meninggal dunia.
"Korban meninggal di TKP," ujarnya.
Sementara Kepala Dusun Bontoparang 2, luntung Dg Tangnga menuturkan, insiden itu diketahuinya ketika warga setempat melihat korban tergeletak disekitar sawah.
"Kejadianya sekira pukul 13 15 Wita. Kira-kira korban yang meninggal ini kena petir kedua," ujarnya kepada wartawan.
Kemudian, ia bersama warga menghampiri korban yang telah tergeletak.
"Sempat dibantu, warga yang melihat korban langsung melapor ke saya dan kita sama-sama ke sana," bebernya.
Setelah diperiksa, ternyata korban sudah tidak bernafas lagi.
"Ternyata kondisinya sudah tidak bernafas atau meninggal dunia," jelasnya.
Dg Tangnga bersama warga kemudian membawa Firman ke rumahnya yang tak jauh dari sawah tempatnya bertani.
Jarak antara rumah Firman denga sawah diperkirakan sekira satu kilometer lebih.
Laporan Wartawan Kontributor Tribuntakalar.com, Sayyid Zulfadli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-rumah-duka-korban-tersambar-petir-di-kampung-parang-kelurahan-bontokadatto.jpg)