Breaking News:

Tribun Maros

Jumlah Stunting di Maros Tinggi, PKH Ambil Peran

Tingginya kasus stunting di Kabupaten Maros membuat Program Keluarga Harapan (PKH) ingin mengambil peran dalam menekan angka stunting

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Koordinator PKH Kabupaten Maros Muhammad Agus MBJ 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS- Tingginya kasus stunting di Kabupaten Maros membuat Program Keluarga Harapan (PKH) ingin mengambil peran dalam menekan angka stunting. 

Koordinator PKH Kabupaten Maros Muhammad Agus MBJ menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2020, data stunting di Kabupaten Maros berdasarkan pengukuran antropometri perbulan februari, jumlah balita sekitar 26.897. 

Dari jumlah tersebut ada tercatat sekitar 4.208 orang yang mengalami stunting.

Dari jumlah itu, 956 Balita dengan status sangat pendek (BDSSP), 3.252 Balita Dengan Status Pendek (BDSP). 

Dari jumlah di atas, beberapa kecamatan masih memiliki kasus stunting cukup tinggi, yakni kecamatan Bontoa sebanyak 670, disusul Maros Baru dengan jumlah kasus 447.

Sementara yang terendah berada di kecamatan Simbang yang hanya memiliki 13 kasus.

"Karenanya berdasarkan data stunting yang cukup tinggi inilah, 50 SDM PKH kabupaten Maros diikutsertakan pada diklat pelatihan dan penanganan stunting bagi SDM Kesos. Kita akan turut berperan dalam menekan angka stunting," terangnya saat ditemui oleh tribunmaros.com, Selasa (22/6/2021) pagi.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Anak dikategorikan mengalami stunting apabila tinggi badannya berada di bawah minus dua standar panjang deviasi panjang atau tinggi anak seumurannya.

Sementara itu, Bupati Maros HAS Chaidir Syam menuturkan, pihaknya mengapresiasi peranan PKH dalam menekan angka stunting di kabupaten Maros. 

Apalagi penekanan angka stunting di Indonesia ini memang menjadi perhatian pemerintah pusat.

Bahkan penekanan angka stunting telah dimasukkan dalam visi misi Presiden Jokowi

"Saya mengapresiasi peranan PKH dalam menekan angka stunting di kabupaten Maros.  Apalagi penekanan angka stunting di Indonesia menjafi perhatian pemerinta pusat, bahkan telah masuk dalam visi misi Presiden Jokowi," tuturnya.

Dirinya mengungkap rasa terimakasih kepada SDM PKH yang turut membantu pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan. 

Selain memberikan bantuan sosial, selanjutnya program yang tidak kalah baiknya ialah ayo kuliah, juga saat ini ialah program cegah stunting.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved