KKB Papua

Video Sudutkan TNI di Papua Pernah Beredar di YouTube, Hey Bajingan, Kami Jalankan Perintah Negara

Kini, KKB Papua masih beroperasi. Indonesia telah mengirimkan banyak petugas keamanan ke Papua untuk menumpas kelompok yang telah dicap teroris

Editor: Muh. Irham
tribunnews
Pasukan KKB Papua 

Satu warga Papua lain terbaring telentang di atas tanah tanpa pakaian.

Kedua tangan dan kakinya diikat.

Sambil lehernya diinjak, ia terus ditanya tentang tempat penyimpanan senjata milik OPM oleh orang-orang berpakaian preman.

Hasil tayangan video ini menunjukkan, setelah pria tersebut menjawab dengan menyebutkan lokasi penyimpanan senjata ada di sebuah kandang babi, salah satu interogator berteriak: "Bohong, bohong."

Puncaknya, interogator lain menganiaya pria Papua itu dengan menggunakan sebatang kayu yang diambil dari kobaran api dan masih mengepulkan asap.

Lalu ia membakar kelamin lelaki naas itu dengan kayu tadi.

Pria ini lantas mengerang kesakitan, terlebih tindakan itu dilakukan berulang kali.

Lembaga Asian Human Rights Commission yang melansir video ini terlihat mengarahkan hasil rekaman tersebut untuk mempropagandakan kekejaman Indonesia dalam penanganan Papua.

Dalam salah satu bagian video tersebut, mereka menuliskan, "Indonesia ratified the United Nations Convention Against Torture in 1998, but has still not stopped using torture".

Berita soal penganiayaan TNI ini telah dimuat—setidaknya—oleh salah satu surat kabar di Australia, Sydney Morning Herald.

Namun, saat rekaman itu memicu kemarahan Indonesia dan internasional, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sebagai presiden tidak berbuat banyak.

Dia menyebut tindakan itu sebagai "insiden".

'Insiden' ini merupakan bagian dari pola yang oleh orang Papua disebut sebagai “memoria passionis”, sebuah ingatan kolektif tentang penderitaan.

Lebih dari 100.000 orang Papua Barat diyakini telah tewas sejak 1963.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved