Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Malkan Bouw Dikukuhkan Sebagai Tokoi Rato Salu Maoge di Luwu Timur

Malkan Keayo Bouw dikukuhkan sebagai Tokoi Rato Salu Maoge lewat prosesi adat Pamona

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Suryana Anas
Dok Malkan Keayo Bouw
Malkan Keayo Bouw dikukuhkan sebagai Tokoi Rato Salu Maoge lewat prosesi adat Pamona, Kamis (1762021) siang. 

TRIBUNLUTIM.COM, MANGKUTANA - Malkan Keayo Bouw dikukuhkan sebagai Tokoi Rato Salu Maoge lewat prosesi adat Pamona, Kamis (17/6/2021) sore.

Pengukuhan dilaksanakan di Dusun Mabungka, Desa Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hadir Datu Luwu ke-40 Andi Maradang Mackulau Opu To Bau dan permaisuri dan dewan adat 12 Kedatuan Luwu.

Macoa Bawalipu ke-61, Muh Aras Abdi To Baji Pua Sinri dan permaisuri, Pangadarra Sapulue Pitu, Paramata Rompo Kemacoaan Bawalipu, Agus Melas dan tamu adat penting lainnya.

Tokoi Rato Salo Maoge, Malkan Keayo Bouw mengatakan masyarakat Rato Salo Maoge hendaknya berbangga karena sekitar 70 tahun adat istiadat masyarakat Suku Rato Salo Maoge telah hilang.

"Maka dengan adanya pengakuan Datu Luwu tentang suku Rato Salo Maoge sehingga di harapkan terciptanya kembali budaya adat istiadat masyarakat Suku Rato Salo Maoge," kata Malkan kepada TribunLutim.com dalam laporannya, Jumat pagi.

Lembah Rato Salo Maoge kata Malkan didiami masyarakat Rato yang sampai saat ini masih hidup dan berdomisili.

Sehingga dikukuhkannya Tokoi Salo Maoge maka akan dihidupkan kembali budaya-budaya yang telah lama ditinggalkan.

"Nantinya akan terus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten luwu timur untuk mendapatkan kembali tanah hak ulayat masyarakat Rato Salo Maoge," tuturnya.

Paramata Rompo Kemacoaan Bawalipu, Agus Melas mengatakan, pengukuhan ini adalah bentuk manisfestasi bahwa kita adalah orang-orang yang beradab.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved