Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Cabor PON

Guru Besar Olahraga UNM Ukur Kondisi Fisik Atlet Dayung PON Sulsel

Masalah lain adalah perlunya pemahaman pelatih dan atlet tentang tes dan pengukuran kondisi fisik yang masih kurang dan penerapan komponen

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/KASWADI
Suasana pelatihan atlet dayung 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Olahraga Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Andi Ihsan mengukur kondisi fisik atlet dayung PON Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal ini dilakukan untuk melihat performa beberapa atlet dayung yang akan diturunkan bertanding di PON XX/2021.

Tema diangkat dalam kegiatan ini yaitu Program Kemitraan pada Masyarakat.

“Tes ini dilakukan dengan menganalisis menurunnya performa beberapa atlet yang akan diturunkan pada ajang empat tahunan yang dilaksanakan di Papua 2021,” ujar Prof Andi Ihsan selaku ketua tim bersama Hasbi Asharu sebagai anggota, Jumat (18/6/2021).

Menurut Prof Andi Ihsan,  performa akan dibahas dengan memberikan pengertian, pemahaman, dan penerapan latihan fisik yang masih kurang. 

Masalah lain adalah perlunya pemahaman pelatih dan atlet tentang tes dan pengukuran kondisi fisik yang masih kurang dan penerapan komponen latihan dan prinsip-prinsip latihan yang belum efektif.  

"Program kemitraan ini bertujuan  memberikan pengertian, pemahaman dan penerapan tes dan pengukuran kondisi fisik atlet. Pemahaman tentang latihan, komponen-komponen latihan dan prinsip-prinsip latihan terhadap komponen fisik predominan pada atlet dayung," bebernya.

Program kemitraan ini menyasar para pelatih dan atlet dayung PON Sulsel, yang terdiri atas 4 orang pelatih dan 18 atlet. 

Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab, sekaligus praktik pelaksanaan melakukan tes dan pengukuran komponen fisik yang baik dan benar. 

Metode lainnya dengan mengukur daya tahan otot lengan dengan tes push up. Daya tahan otot perut dengan tes sit up.

Selain itu, mengukur daya tahan otot tungkai dengan tes squat jump. Mengukur kelentukan dengan  tes flexometer.  Power lengan dengan tes medicine ball.

Koordinasi mata dan tangan dengan tes lempar tangkap bola. Kapasitas daya tahan dengan tes bleep/multistage fitness test

Dari hasil pengukuran ini, kata Prof Andi Ihsan, pelatih semakin mengerti, paham dan mampu mengaplikasikan dengan baik dan benar tentang latihan, komponen latihan, tes dan pengukuran kondisi fisik atlet. 

Begitu pun dengan atlet bisa mengerti dan memahami cara pelaksanaan tes dan pengukuran komponen fisik sekaligus memahami latihan komponen dan prinsip-prinsip  latihan.

Diharapkan hasil program kemitraan ini dapat menambah wawasan dan pemahaman para pelatih dan atlet dalam melaksanakan tes dan pengukuran komponen fisik," ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved