Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Andai Tak Ditangkap KPK, Nurdin Abdullah Sudah Punya Relawan Pilgub Sulsel & Peluang Menang Besar

Kesaksian Edy Rahmat sudutkan Nurdin Abdullah, Nurdin Abdullah ditangkap KPK disebut karena butuh uang untuk Pilkada dan biaya relawan

Editor: Mansur AM
net
Sosok Edy Rahmat Sekretaris PU Sulsel perantara suap dari Agung Sucipto ke Nurdin Abdullah. Di Pengadilan kemarin, Edy Rahmat blak-blakan uang suap Nurdin Abdullah untuk relawan dan Pilgub Sulsel 

Sementara sopir Agung Sucipto atas nama Nuryadi tidak hadir dalam sidang ini.

Pengakuan Edy Rahmat

Pengakuan Edy Rahmat di persidangan menyudutkan bekas bosnya Nurdin Abdullah.

Edy mengakui menerima uang dari Agung Sucipto atas perintah Nurdin Abdullah.

Katanya, uang Rp 1,5 miliar itu untuk uang relawan pilkada menghadapi Pilgub.

Sementara sisanya Rp 1.05 miliar untuk urusan proyek irigasi di Sinjai.

Edy mengakui mengakui menerima duit suap di Taman Macan Makassar pada Jumat (26/2), sekitar pukul 21.00 WITA.

“Waktu itu, uang yang totalnya Rp2,5 miliar itu saya terima dari Pak Agung Sucipto, di Taman Macan sekitar pukul 21.00 WITA,” ujar Edy Rahmat.

Ia mengatakan, uang dengan total Rp2,5 miliar itu berasal dari kontraktor Agung Sucipto sebanyak Rp1,5 miliar, dan Rp1,050 miliar berasal dari kontraktor lainnya Hari Samsuddin.

Edy menjelaskan, penyerahan uang tidak dilakukan di rumah jabatan gubernur, karena khawatir banyaknya kamera pemantau atau CCTV, sehingga memilih tempat penyerahan yang bebas dari kamera maupun suasana keramaian.

“Di rumah jabatan banyak CCTV, sehingga diputuskan di luar saja penyerahannya. Awalnya janjian di RM Nelayan dan saya tiba lebih dulu, kemudian Pak Agung yang mengendarai mobil sedan. Setelah sampai di rumah makan, saya kemudian naik mobil Pak Agung sampai tiba di dekat Taman Macan, sopir Pak Agung pindahkan koper dan ranselnya ke mobilku,” katanya.

Edy menerangkan, uang dari Hari Samsuddin yang merupakan pemilik dari perusahaan PT Purnama Karya Nugraha sebanyak Rp1,050 miliar diserahkan ke Agung Sucipto untuk dibantu dalam mendapatkan proyek irigasi di Kabupaten Sinjai.

Sedangkan uang sebanyak Rp1,5 miliar adalah uang tanda terima kasih yang sebelumnya ditagih oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melalui Sekretaris PUTR Edy Rahmat.

“Waktu itu sekitar dua pekan sebelum OTT, saya diperintahkan untuk menemui Pak Agung Sucipto agar bisa dibantu karena pilkada. Katanya uang untuk tim relawan dan
Pak Agung menyetujuinya,” katanya lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved