Breaking News:

Tribun Bantaeng

Solidaritas Peduli Kemanusian Tuntut Kasat Reskrim dan Kapolres Bantaeng Dicopot

Dia mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir terduga pelaku dan keluarganya kini sudah tak ada

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/ACHMAD NASUTION
Solidaritas Peduli Kemanusiaan melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Bantaeng pada, Rabu, (16/6/2021) siang. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Polres Bantaeng mendapat sorotan karena dinilai lambat menangani kasus pencabulan.

Sorotan itu disampaikan dalam bentuk aksi unjuk rasa oleh para aktivis yang tergabung Solidaritas Peduli Kemanusian di depan Mapolres Bantaeng, Rabu (16/6/2021) siang.

Tampak mereka membawa spanduk yang bertuliskan "Tangkap dan Adili Pelaku Pemerkosaan".

Selain itu, melalui tulisan pada spanduk kecil, massa juga meminta Kapolres Bantaeng dicopot dan Kasat Reskrim Polres Bantaeng mundur dari jabatannya.

Dalam aksi unjuk rasa itu, mereka mempertanyakan kasus pencabulan dengan terduga pelaku, yakni S alias C (37).

Dan korbannya adalah anak dibawah umur berinisial F (13).

Menurut peserta aksi, Aldi Naba, pihak Polres Bantaeng dinilai lamban menangani kasus tersebut padahal pihak korban telah melaporkan kasus tersebut pada 1 Juni 2021.

Dia mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir terduga pelaku dan keluarganya kini sudah tak ada di rumahnya.

"Keluarga korban terlah melaporkan pada tanggal 1 tetapi sampai hari ini belum ada informasi valid. Informasi yang kita terima pelaku beserta keluarganya sudah dua hari meninggalkan rumahnya. Ini membuktikan lambatnya polres menindaki persoalan kasus ini," kata Aldi Naba, dalam orasinya di depan Mapolres Bantaeng Rabu, (16/6/2021) siang.

Dalam kasus tersebut, terduga pelaku hingga saat ini belum dilakukan penahanan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved