Tribun Sinjai
Sinjai Dapat Bantuan Cabai Rawit dari Kementrian Pertanian
Petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mendapatkan bantuan sejumlah bibit komiditi pertanian.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mendapatkan bantuan sejumlah bibit komiditi pertanian.
Salah satunya adalah bantuan bibit cabai rawit.
Bantuan cabai rawit dari Kementerian Pertanian untuk seluas 25 hektar.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikuktura dan Perkebunan (TPHP) Sinjai, Kamaruddin menyampaikan, bantuan tersebut untuk meningkatkan taraf hidup petani dari Kementerian Pertanian.
" Kita mendapat bantuan cabai rawit untuk 25 hektar yang akan ditanam di tiga Kecamatan di Sinjai," kata Kamaruddin, Selasa (14/6/2021).
Untuk bantuan cabe rawit itu rencananya akan diberikan ke petani di Kecamatan Sinjai Tengah
"10 hektar untuk petani di Kecamatan Bukupoddo dan 5 hektar di Kecamatan Sinjai Borong, " ujarnya.
Selain bantuan cabai rawit, Sinjai juga mendapat bantuan komoditi lainnya berupa bantuan benih padi seluas 1.500 hektar dan benih jagung 1.000 hektar.
Selain itu untuk komoditi hortikultura, petani di Sinjai juga akan mendapatkan sejumlah bantuan dari Kementerian Pertanian RI seperti bibit pohon durian seluas 60 hektar untuk kelompok tani di Kecamatan Tellulimpoe.
Selanjutnya, bibit buah manggis dengan luas 20 hektar yang diperuntukan petani di Kecamatan Sinjai Borong.
Selain itu, bantuan bibit kentang seluas 10 hektar di Kecamatan Sinjai Barat, serta bawang merah 15 hektar dan bawang putih 10 hektar juga untuk petani kita di Kecamatan Sinjai Barat.
" Jadi bantuan komoditi ini berdasarkan potensi lahan yang ada di wilayah masing-masing. Seperti bawang putih kita ujicoba kembangkan di Sinjai Barat," katanya.
Sejak akhir tahun 2020 hingga di pertengahan tahun 2021 ini harga cabai rawit di Sinjai masih cukup mahal.
Diperoleh data dari Dinas Perdagangan Sinjai, harga cabai di Sinjai antara Rp 40 ribu hingga tembus Rp 60 ribu per kilogram.
Penyebabnya karena cabai rawit umumnya diperoleh dari Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto.
Sedang kemampuan petani menyiapkan cabai rawit masih sangat terbatas.
Sehingga harga cabai rawit dipengaruhi ketersediaan barang dari dua daerah di luar Sinjai tersebut, jelas Kepala Disperindag Sinjai, Muh Saleh.
Dengan adanya bantuan bibit tersebut diharapkan harga cabai rawit di Sinjai tidak terlalu meroket dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sinjai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pedagang-cabai-rawit-di-pasar-sentral-sinjai-sedang-mengatur-dagangannya.jpg)