Breaking News:

Pemilu 2024

Pemilu 2024, Pembuktian Pengaruh Ketua-ketua Partai Menuju Pilgub Sulsel

Komisi II DPR RI telah menyusun desain pemilihan umum legislatif, presiden, dan pilkada serentak 2024.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Kolase foto pengamat politik UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad dan pengamat politik Universitas Hasanuddin Andi Ali Armunanto. (Foto dokumen pribadi) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Komisi II DPR RI telah menyusun desain pemilihan umum legislatif, presiden, dan pilkada serentak 2024.

Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan dan pemilihan kepala daerah (pilkada) kabupaten kota akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Sementara pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden Rabu 28 Februari 2024 atau lebih cepat dibanding gelaran pemilu 2019 lalu.

Pilkada serentak 2024 akan menggunakan kendaraan capaian partai politik dalam pileg Februari 2024.

Artinya kemenangan Partai Golkar dalam Pileg Sulsel 2019 lalu tidak dapat menjadi kendaraan bagi beringin bertarung Pilgub Sulsel 2024.

Saat ini Golkar mengontrol 13 kursi DPRD Sulsel, disusul Nasdem 12 kursi, Gerindra 11 kursi, Demokrat 10 kursi, PKS, PKB, dan PDIP 8 kursi.

PAN 7 kursi, PPP 6 kursi, lalu Perindo dan Hanura masing-masing 1 kursi. 

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Firdaus Muhammad mengatakan, Pileg Februari 2024 akan menjadi ajang pembuktian pengaruh ketua-ketua partai menghadapi Pilgub Sulsel 2024.

Firdaus mengatakan kontestasi pileg menjadi ajang adu kekuatan mesin partai dan jaringan politik ke akar rumput.

"Desain pemilu dan pilkada 2024 tersebut menggunakan hasil pileg sebagai ajang pembuktian ketua-ketua partai serta kekuatan mesin partai menghadapi agenda politik berikutnya," kata Firdaus saat dihubungi Tribun Timur, Selasa (15/6/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved