Breaking News:

Tips Literasi Teknologi pada Anak dalam Batas Aman

Pada artikel kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengenalkan teknologi pada anak dengan batas aman.

Editor: Sakinah Sudin
Istimewa
Ilustrasi. 

Oleh karena itu, peran orang tua sangat vital untuk melindungi anak dari segala perilaku yang tidak pantas saat menggunakan media teknologi.

Selain itu, banyak predator anak menggunakan jejaring sosial untuk mengeksploitasi dan menghubungi target mereka.

Peringatkan anak untuk dapat mengenali jenis kejahatan ini.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Saat Memperkenalkan Teknologi pada Anak
Anak usia 0-2 tahun

Menurut AAP atau American Association of Pediatrics, bayi di bawah 24 bulan dilarang terpapar media teknologi kecuali live video chat karena terbukti bermanfaat bagi perkembangan kemampuan bahasa.

Anak usia 3 tahun mengalami perkembangan otak yang pesat dan sangat peka terhadap lingkungannya yang disebut masa kritis.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada otak anak dalam beberapa tahun pertama kehidupannya membentuk fondasi kerangka berpikirnya di masa depan.

Oleh karena itu, anak sangat membutuhkan interaksi manusia secara langsung.

  • Anak usia 2-5 tahun

AAP juga mengungkapkan bahwa interaksi orang dewasa dengan anak-anak selama penggunaan media digital sangat penting.

Dengan kehadiran orang dewasa, anak-anak dapat lebih memahami apa yang mereka lihat dan menerapkan pelajaran tersebut ke dunia nyata.

Selain media digital, orang tua juga dapat menggunakan buku cerita untuk menunjukkan perspektif baru atau sebuah dongeng yang menyenangkan.

Semua kegiatan semacam ini sangat baik untuk interaksi antara anak dan orang tua.

Beberapa aplikasi juga dapat membantu anak-anak melatih keterampilan seperti keterampilan motorik kasar dan halus mereka, dan menawarkan stimulasi sensorik dan kognitif.

Itulah beberapa tips yang perlu diketahui agar anak memahami teknologi.

Selain itu aktifitas offline justru lebih bermanfat bagi anak anda untuk kemajuan sensor motorik pada anak.

Permainan imajinatif tanpa gangguan dalam proses menemukan kesehatan emosional dan rasional, pemecahan masalah, pemikiran kritis, dan pengendalian diri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved