Breaking News:

PINISI Syariah

Hari Terakhir PINISI Syariah, Bahas Perkembangan Industri Halal Secara Global

Dihari ketiga, PINISI Syariah menggelar talkshow sinergi pemberdayaan ekanomi syariah, interaktif produk oleh perbankan syariah.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Pekan Bisnis dan Ekonomi (PINISI) Syariah yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan Pemerintah bersama Provinsi Sulawesi Selatan, di Atrum TSM Makassar, sudah memasuki hari hari terakhir, Minggu (1362021) 

TRIBUN-TIMUR-COM, MAKASSAR- Pekan Bisnis dan Ekonomi (PINISI) Syariah yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan Pemerintah bersama Provinsi Sulawesi Selatan, di Atrum TSM Makassar, sudah memasuki hari hari terakhir, Minggu (13/6/2021).

Dihari ketiga ini, PINISI Syariah menggelar talkshow sinergi pemberdayaan ekanomi syariah, interaktif produk oleh perbankan syariah.

Hadir sebagai narasumber yaitu, Kepala Balai Besar Perkebunan Makassar, Dr. Setia Diarta MP, Ketua Pusat Kajian dan Advokasi Halal Indonesia Dr. Waspada Santing, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof K.H Nasaruddin Umar.

Kepala Balai Besar Perkebunan Makassar, Dr. Setia Diarta sebagai pembicara pertama menjelaskan kondisi pendorong industri halal di dunia.

"Peningkatan penduduk muslim global sejak tahun 2014, diprediksi akan mengalami peningkatan di tahun 2030 dari 1,7 miliar, menjadi 2,2 miliar, atau 29,4 persen," ujarnya.

"Sementara, kesejahteraan PDB OKI 2023 tumbuh 6,2 persen, dimana proyeksi pertumbuhan global 5,8 persen," lanjutnya.

Lanjutnya, yang paling menarik, khusus di Indonesia sejak 3-4 tahun terakhir, minat umat muslim dalam mempelaji agama mengalami peningkatan.

"Ada sekitar 96 persen wisatawan muslim yang akan mempertimbangkan makanan makanan atau produk halal yang akan mereka konsumsi saat melakukan wisata, apalagi di daerah yang minoritas muslim," jelasnya.

Serta adabga peningkatan konektivitas digital.

Selanjutnya, adanya peningkatan konsumerisme, dimana 68 persen konsumen tertarik dengan makanan halal," terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved