Breaking News:

Tribun Bone

VIDEO: Unjuk Rasa PMII Cabang Bone Tolak Dana PEN Sempat Ricuh

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (11/6/2021).

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG BARAT - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (11/6/2021).

Unjuk rasa dilakukan di Kompleks Kantor Bupati Bone dan Kantor DPRD Bone.

Sempat terjadi kericuhan antara polisi dengan para pengunjuk rasa saat sampaikan aspirasi di Kantor DPRD Bone.

Mereka saling dorong, tapi aksi tersebut tak berlangsung lama.

Pengunjuk rasa menolak pinjaman dana Rp 300 miliar pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Bone ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Ketua PMII Cabang Bone, Muhammad Nurwan Tifta menilai dana PEN sebesar Rp 300 miliar tidak efisien.

"Pemda harus berutang ke PT SMI. Bunganya sebesar 6,19 persen. Pokoknya Rp 37,5 miliar. Total yang harus dibayar Rp 55 miliar per tahun dalam jangka waktu 8 tahun," jelasnya saat ditemui sesudah aksi unjuk rasa.

Selain itu, penggunaan dana PEN untuk infrastruktur jalan dengan menggunakan aspal tidak efisien. Alasannya, perbaikan jalan dengan aspal paling lama bertahan dua tahun.

Ia pun curiga bahwa dana PEN bukan untuk kesejahteraan rakyat, tapi kedok pemerintah dalam mengambil fee pada proyek infrastruktur.

"Kami meminta DPRD Bone memfasilitasi kami untuk RDPU dengan Pemda.  Kita hadirkan, ahli ekonomi dan ahli hukum untuk menilai apakah ini bermanfaat atau tidak," ucapnya.

Sementara salah satu anggota DPRD Bone, Andi Muh Salam saat menemui pengujuk rasa mengatakan ada mekanisme dari Peraturan Menteri Keuangan tentang pinjaman PEN ini.

DPRD baru disampaikan setelah disetujui. 

"Jadi kalau bertanya kenapa DPRD menyetujui, wah kami tidak membahas itu," ujarnya.

Seperti apa lengkapnya?

Simak videonya:(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved