Breaking News:

Tribun Jeneponto

VIDEO: Pengakuan Bahtiar Dimintai Uang Tebusan Rp 10 Juta oleh Oknum Polisi Biar Anak Bebas

VIDEO: Pengakuan Bahtiar Dimintai Uang Tebusan Rp 10 Juta oleh Oknum Polisi Biar Anak Bebas

Penulis: Muh Rakib | Editor: Hasriyani Latif

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Kepala Dusun Saluka, Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Bahtiar merasa ditipu oleh oknum polisi.

Pasalnya anaknya Bahtiar bernama Wawan saat ini telah ditahan di Mapolres Jeneponto dengan dugaan kasus penadah barang curian (HP).

Bahtiar mengaku ditipu oleh oknum polisi yang bernama Aipda Abd Rasyad.

Ia menyatakan saat anaknya ditangkap oleh polisi dengan tuduhan penadah HP curian, polisi memintanya untuk mencarikan pelaku yang menjual HP ke Wawan (anak pak Bahtiar).

Jika Bahtiar menemukan pelaku yang menjual HP ke anaknya maka anaknya akan segera dibebaskan oleh polisi.

Setelah Bahtiar menemukan pelaku penjual HP ke anaknya ia langsung menghubungi polisi bahwa si penjual HP sudah ada dan ditangkap.

Dengan perjanjian yang sudah disepakati maka Bahtiar meminta anaknya untuk dibebaskan.

Akan tetapi polisi tidak membebaskan anaknya dengan alasan pak kasat sudah tidur.

Setelah mendengar pernyataan polisi bahwa anaknya tidak akan dibebaskan malam itu, maka Bahtiar kembali ke rumahnya sekitar jam 4 pagi.

Sesampainya di rumah, Bahtiar meminta tolong ke Hamid, Bhabinkamtikmas yang bertugas di wilayahnya.

Bahtiar meminta tolong kepada pak Hamid agar segera berkordinasi pihak kepolisian yang menangkap anaknya biar bisa dibebaskan.

Setelah Pak Hamid Berkordinasi kepada polisi yang menangkap Wawan, ia malah menyuruh Bahtiar menyiapkan uang senilai Rp 10 Juta.

"10 Juta naminta Pak Rasyad! ommale kodong dimanaka mau ambil uang, kenapa nabegini ceritanya lagi. Padahal dia sendiri yang bilang kalau didapatki yang menjual saya lepasmi anakta," ungkapnya.

Seperti apa lengkapnya?

Simak videonya:(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved