Breaking News:

Tribun Wajo

Sudah Sebulan, Polisi Belum Tangkap Pelaku Tabrak Lari di Gilireng Wajo

Polres Wajo belum berhasil menangkap pelaku tabrak lari di Desa Lamata, Kecamatan Gilireng.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Keluarga Engki, korban tabrak lari di Desa Lamata, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, mempertanyakan kinerja Satlantas Polres Wajo, Jumat (11/6/2021) 

TRIBUNWAJO.COM, GILIRENG - Polres Wajo belum berhasil menangkap pelaku tabrak lari di Desa Lamata, Kecamatan Gilireng.

Korban tabrak lari, Engki sempat dirawat di RSUD Lamaddukelleng Sengkang sebelum meninggal dunia.

Saudara Engki,Erni mempertanyakan kinerja aparat kepolisian yang lamban dan tanpa perkembangan.

"Kenapa sampai saat ini kasus tabrak lari yang menimpa adik kami belum bisa diungkap. Kami menganggap polisi tidak serius menangani kasus ini, kami hanya menuntut keadilan, Adik kami sudah meninggal," kata Erni, Jumat (11/6/2021).

Engki diketahui menjadi korban tabrak lari pada 5 Mei 2021 lalu di Desa Lamata, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo.

Erni menyebutkan, mudah saja bagi aparat kepolisian mengusut kasus itu sebab ada CCTV di wilayah Kelurahan Anabanua, Kecamatan Majauleng.

Namun sejauh ini Erni menduga pihak kepolisian belum melakukan hal tersebut.

Sehingga terkesan polisi tak serius menangani kasus laka lantas yang merenggut nyawa adiknya.

"Di wilayah Anabanua ada beberapa CCTV kenapa tidak di buka dan dianalisa agar mendapatkan petunjuk. Sekali lagi kami mohon kepada Satlantas Polres Wajo untuk dapat mengungkap siapa pelaku tabrak lari," katanya.

Belum ada keterangan dari pihak Satlantas Polres Wajo mengenai peristiwa sebulan lalu itu.

Saat ini, pejabat Kanit Laka Satlantas Polres Wajo masih kosong pasca Iptu Abdul Muhaemin dipindahtugaskan menjadi Kanit Regident Satlantas Polres Jeneponto.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Hasanang memilih bungkam dan tak memberi jawaban apapun mengenai peristiwa itu.

Diketahui, Engki yang mengendarai sepeda motor itu terlibat kecelakaan dan pelakunya melarikan diri.

Engki mengalami luka dibagian kepala cukup parah hingga tak sadarkan diri selama 4 di RSUD Lamaddukelleng.

Sayangnya, selama 4 hari di rawat di RSUD Lamaddukelleng, nyawa Engki tak tertolong.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved