Breaking News:

Tribun Makassar

Menteri Muhadjir Effendy Prihatin, 50 Pasien Gangguan Jiwa di RS Dadi Tak Dicover BPJSKes

Menko PMK Muhadjir Effendy kunjungan kerja (kunker) ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Jl Lanto Dg Pasewang Makassar

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD FADHLY ALI
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kunjungan kerja (kunker) ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Jl Lanto Dg Pasewang Makassar, Jumat (1162021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kunjungan kerja (kunker) ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Jl Lanto Dg Pasewang Makassar, Jumat (11/6/2021).

Hadir mendampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Dirut RSKD Dadi Arman Bausat.

Arman diawal kedatangan Menteri Muhadjir menjelaskan terkait jumlah Orang Dalam Ganguan Jiwa (ODGJ) di RSKD Dadi.

Menurutnya, angka ODGJ terus menurun tiap tahunnya.

"Pada 2016 lalu angkanya 750 orang dan tahun ini 350 orang. Kenapa berkurang? Hampir setengahnya itu tidak pernah dibayarkan BPJS (Kesehatan), sehingga itu jadi beban rumah sakit," katanya di depan Muhadjir dan Andi Sudirman.

Selain itu, lanjut Arman, setengahnya juga sudah layak pulang.

"Jadi kita buat program baru namanya Home Coming. Kita sendiri yang antar kerumahnya di kampung dengan harapan keluarganya ambil," kata Arman.

"Cuman itu masalahnya, baru di rumah 1,  hari ih adami kembali. Karena keluarganya nyaman pasien tinggal di sini, karena tak ada yang ganggu," tambahnya.

Soal ODGJ yang di tercover BPJS Kesehatan, Arman mengatakan sari 350 ODGJ, ada 50 yang tak tercover BPJS Kesehatan.

Saat mendengar hal tersebut Muhadjir prihatin. Ia langsung meminta Ditjen-nya untuk menyelesaikan hal tersebut.

"Masa Udah-udah, mana Pak Dirjen. Selesaikan itu, masa rumah sakit sebesar ini tidak masuk BPJS (Kesehatan), bagaimana itu," katanya.

"Jangan-jangan banyak kasus tidak hanya di sini (RSKD Dadi) saja. Jadi coba cek, termasuk yang tidak terklaim ini, bagaimana cara periksanya," tambah Muhadjir.

Ia meminta didata, mana yang dicover melakui APBD, mana dari pusat atau APBN.

"Nanti saya ngomong dengan Dirut BPJS (Kesehatan)," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Jumlah ODGJ di RSKD Dadi
2015: 740 orang
2016: 750 orang
2017: 700 orang
2018: 650 orang
2019: 590 orang 
2020: 380 orang
2021: 350 orang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved