Breaking News:

Isi Percakapan Jokowi yang Tiba-tiba Telepon Kapolri, Setelah Itu 49 Preman Langsung Ditangkap

Saat di Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021), Jokowi mendengar curhatan para sopir soal kendala yang dihadapi

Editor: Waode Nurmin
ANTARAFOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers saat bersilaturahmi di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (29/1/2021). Inilah potongan ayat Al Maidah dan Al Baqarah diucapkan Jenderal Listo Sigit Prabowo di kantor Muhammadiyah. 

TRIBUN-TIMUR.COM -  Isi percakapan Presiden Jokowi dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo akibatkan 49 preman langsung ditangkap.

Rupanya Presiden Jokowi menelpon Kapolri buntut dari curhatan para Sopir ketika berkunjung di Tanjung Priok, Jakarta utara.

Saat melakukan kunjungan kerja di Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021), Jokowi mendengar curhatan para sopir soal kendala yang dihadapi selama pandemi.

Termasuk adanya pungli dan aksi premanisme.

Mendengar hal itu, Jokowi langsung meminta ajudannya menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Presiden menyampaikan keluhan sejumlah sopir kontainer yang mengeluhkan banyaknya pungutan liar atau pungli dan premanisme di Perbatasan Dermaga JICT dan Terminal Peti Kemas Koja.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri langsung sigap dan saat ini telah menangkap sebanyak 24 terduga pelaku pungli di kawasan tersebut.

"Pak Kapolri selamat pagi," sapa Presiden.

"Enggak, ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver_kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu," jelas Presiden.

Melanjutkan percakapan, Jokowi juga menjelaskan banyak preman yang melakukan pemalakan saat para Sopir sedang menunggu kemacetan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved