Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Hasil Rapat DLH Luwu Timur, PT PUL Tak Beroperasi Sebelum Masalah Sosial Tuntas

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur memanggil manajemen perusahaan tambang PT Prima Utama Lestari (PUL), Jumat (11/6/2021).

TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur memanggil manajemen perusahaan tambang PT Prima Utama Lestari (PUL) di Aula Adipura DLH Luwu Timur, Jumat (1162021). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur memanggil manajemen perusahaan tambang PT Prima Utama Lestari (PUL), Jumat (11/6/2021).

Pemanggilan ini terkait aktivitas tambang PT PUL yang disoroti masyarakat, dinilai tidak memperhatikan persoalan lingkungan dan aspek sosial.

Hadir Anggota DPRD Luwu Timur, Najamuddin, Kepala BPBD Muh Zabur, Kepala DLH Andi Tabacina Akhmad, Kabid Penataan Lingkungan Hidup, Nasir DJ.

Hadir juga Kepala Teknik Tambang (KTT) PT PUL, Jonriawan, Kepala Desa Ussu, Rahmad Aldrin dan masyarakat yang terkena dampak aktivitas  tambang PT PUL.

Pertemuan berlangsung di Aula Adipura DLH Luwu Timur, Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.

Pemanggilan ini juga merujuk pada tindaklanjut tembusan surat masyarakat Dusun Salociu
kepada Bupati Luwu Timur pada tanggal 15 Mei 2021 perihal penghentian kegiatan pertambangan PT PUL.

Kemudian hasil kunjungan lapangan bersama Bupati Luwu Timur dan OPD terkait pada
tanggal 25 Mei 2021 di lokasi Tambang PT PUL.

Sebelumnya, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan surat perintah penghentian sementara aktivitas tambang PT PUL.

PT PUL disanksi imbas terjadinya luapan material lumpur yang menimbun jalan poros provinsi di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Luwu Timur pada Jumat, tanggal 15 Januari 2021.

Luapan lumpur ini berasal dari area penambangan Pit Blok E Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Prima Utama Lestari.

Halaman
123
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved