Konflik China Taiwan
Perang Dunia III di Depan Mata, China dan Amerika Berlomba Perbanyak Hulu Ledak Nuklir
Amerika yang menjadi pendukung Taiwan, juga tak mau kalah. Menurut beberapa sumber, ada 1.357 hulu ledak nuklir telah disiapkan di Pentagon
TRIBUNTIMUR.COM - Suasana di kawasan Laut China Selatan kian menghangat. Militer China dikabarkan telah menyiapkan seribu hulu ledak nuklir untuk mengantisipasi perang terbuka dengan Taiwan.
Amerika yang menjadi pendukung Taiwan, juga tak mau kalah. Menurut beberapa sumber, ada 1.357 hulu ledak nuklir telah disiapkan di gudang senjata Pentagon.
Selain itu, Amerika juga telah memasang 800 peluncur di negara-negara yang menjadi pangkalan militernya.
Hal inilah yang menjadi indikasi perang terbuka antara China dan Taiwan akan meletus. China didukung oleh sekutunya Rusia. Sementara Taiwan didukung penuh oleh Amerika Serikat.
Oleh pengamat bisa saja menjadi awal mula pecahnya Perang Dunia III, karena bisa menjadi panggung negara-negara besar.
Menurut laporan terbaru, Rusia diyakini akan turun tangan dalam konflik ini, mengingat China adalah sekutu utamanya.
Dengan kata lain aliansi China Rusia akan melawan aliansi Amerika Taiwan, dan mungkin negara lain akan ikut turun tangan.
Menurut Arguments of the Week di Rusia, AS harus lebih berhati-hati dengan Taiwan.
Karena masalah yang terkait dengan pulau itu bisa membuat China kesal.
Hal itu bisa berimbas menyebabkan konflik global.
Upaya AS untuk mempersenjatai Taiwan memang dapat dimengerti.
Amerika berusaha untuk mendapatkan pijakan di Laut Cina Selatan, wilayah yang dianggap Beijing sebagai 'perairan internal' miliknya sendiri.
"Kebijakan agresif Washington mungkin menutupi sesuatu yang salah, karena bertentangan dengan Amerika Serikat," Komentar surat kabar Rusia.
Hingga saat ini, kapal induk tetap menjadi kartu andalan Angkatan Laut AS di Laut China Selatan, menurut publikasi Arguments of the Week.
Dalam hal jumlah kapal perang modern, armada China telah lama melampaui armada AS.
Tapi, AS juga harus mewaspadai elemen Rusia, memperingatkan penulis artikel Arguments of the Week.
Washington masih harus bertindak mengantisipasi di dua front.
Jika Amerika terlibat konflik dengan China terkait Taiwan, Rusia kemungkinan akan mendukung China.
Akibatnya, provokasi militer AS bisa berubah menjadi Perang Dunia III.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hulu-ledak-nuklir.jpg)