Tribun Sinjai
Cerita Calon Jamaah Haji Asal Sinjai, Sudah Ukur Baju hingga Urus Paspor Tapi Batal Lagi Berangkat
Cerita Calon Jamaah Haji Asal Sinjai, Sudah Ukur Baju hingga Urus Paspor Tapi Batal Lagi Berangkat
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN - Sebanyak 232 calon jamaah haji di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan kembali kecewa lantaran batal menunaikan ibadah haji tahun ini.
Tahun lalu juga mereka batal menunaikan ibadah haji.
Dan tahun ini mereka kembali batal berangkat ke Mekkah setelah Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas
menyampaikan pembatalan pemberangkatan jamaah calon haji tahun 2021 pada 3 Juni lalu.
Para calon jamaah haji di Sinjai sudah mempersiapkan diri akan berangkat ke Mekkah sejak dibatalkan tahun lalu.
Mereka ada yang sudah mengukur baju untuk dipakai di tanah suci Mekkah.
Ada yang sudah mengundang kerabatnya syukuran pada Mei lalu hingga Kemenag Sinjai sudah menguruskan paspor.
"Padahal kami sudah mempersiapkan diri menunaikan ibadah haji, mulai pakaian, pelunasan uang haji, urus paspor," kata salah seorang calon jamaah haji Sinjai, Andi Herawati.
Ia mengaku kecewa terhadap pembatalan ibadah haji. "Tentu saya pribadi dan bersama teman-teman lain kecewa terhadap masalah ini," katanya.
Namun ia juga memaklumi alasan pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan calon jamaah haji Indonesia ke Mekkah karena alasan penyebaran virus covid-19 masih tinggi.
Meski demikian, Herawati tetap berharap pemerintah RI tetap dapat mengubah keputusannya untuk tetap memberangkatkan jamaahnya setelah Arab Saudi membuka kesempatan tahun ini melakukan ibadah haji ke Mekkah.
"Kami tetap berharap pemrintah RI dan Raja Arab Saudi tetap membangun komunikasi yang baik dan tetap memberangkatkan kami tahun ini," kata pengusaha di Kecamatan Sinjai Selatan ini.
Nabung Sejak Tahun 1990
Andi Herawati bercita-cita naik haji sejak memulai bisnisnya tahun 1990 lalu setelah tamat dari SMAN 1 Buton, Sulawesi Tenggara.
Andi Hera sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa, setelah tamat di bangku SMA, ia tak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ia memilih bisnis dengan menjual pakaian dari rumah ke rumah di kampung halamannya di Sinjai karena memiliki jiwa bisnis.