Breaking News:

Tribun Sulsel

Pemprov Sulsel Tak Dapat DID Tahun Depan, Andi Sudirman Sulaiman Evaluasi TAPD

Salah satu ganjaran yang diterima Pemprov Sulsel yakni tak menerima Dana Intensif Daerah (DID) karena meraih opini WDP.

Humas Pemprov Sulsel
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LHP LKPD) Provinsi Sulawesi Selatan meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulsel.

Opini tersebut didapatkan, setelah 10 tahun belakangan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Lalu apa ganjaran yang diterima Pemprov Sulsel setelah meraih opini WDP tersebut?

Plt Kepala Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latief mengatakan, salah satu ganjaran yang diterima Pemprov Sulsel yakni tak menerima Dana Intensif Daerah (DID).

"Ganjarannya bagi kami, kami sudah WDP, tahun depan kami tidak dapat DID. Itu konsekuensinya," kata Sulkaf ditemui Senin (7/6/2021).

"Semua daerah yang tidak dapat WTP itu tidak bisa dapat DID, itu sudah hukuman berat buat kami," tambahnya.

Ia pun akan berdiskusi dengan BPK agar LKPD 2021 nanti bisa meraih opini WTP tahun depan.

"Makanya tadi datang lagi BPK, kita diskusi lagi bahwa ini harus ditindaklanjuti," ujarnya.

Terpisah, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, opini yang diraih Pemprov Sulsel tersebut harus diperbaiki.

"Yah kita perbaiki semua. Pertama temuan itu kita kembalikan semua, uang tidak boleh tidak kembali, saya tidak mau rugi," kata Andi Sudirman via rekaman yang dikirimkam Humas Pemprov.

"Kedua, kita akan evaluasi sesuai dengan rekomendasi inspektorat, tentu kita akan evaluasi TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) kita," jelasnya.

Seperti diketahui, Ketua TAPD Sulsel adalah Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani.

Para anggotanya, Plt Kepala Bappelitbangda saat itu Junaedi Bakri, Kepala BKAD Muh Rasyid dan Kepala Bapenda Andi Sumardi Sulaiman.

Pada 2021, DID Sulsel sekitar Rp 24,5 miliar. Menurut Andi Sudirman angka itu cukup besar.

"Selama inikan kita harap DID itu ada, dan jumlahnya besar, tapi alhamdulillah kita masih bisa jalan lah," katanya.(*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved