Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Perjuangkan Lahannya Ditempati SDN Pombuntang, Subiati Mengadu ke DPRD Luwu Utara

Subiati (61) wanita yang memperjuangkan haknya atas lahan di atas gedung SDN 020 Pombuntang, Desa Sabbang, Kecamatan Sabbang

Ist
Subiati (61) wanita yang memperjuangkan haknya atas lahan di atas gedung SDN 020 Pombuntang, Desa Sabbang, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan 

TRIBUNLUTRA.COM, SABBANG - Subiati (61) wanita yang memperjuangkan haknya atas lahan di atas gedung SDN 020 Pombuntang, Desa Sabbang, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kuasa Hukum Subiati dari Kantor Hukum Syafruddin Djalal dan Rekan, M Akbar menempuh jalan mediasi sebagai langkah awal.

"Secara resmi kami sebagai kuasa hukum Subiati, kemarin telah memasukkan surat permohonan untuk dimediasi melalui DPRD Luwu Utara," kata Akbar, Selasa (8/6/2021).

Surat yang ditujukan kepada Ketua DPRD Luwu Utara tersebut telah diterima Bagian Umum dengan Nomor Agenda 393/417/UM/VI/2021.

"Sebagai langkah awal, ini adalah bukti itikat dari kami untuk menyelesaikan masalah ini dengan duduk bersama menjalin komunikasi yang lebih konstruktif dan beradab," lanjut Akbar.

"Harapannya, DPRD sebagai wakil rakyat dapat sesegera mungkin memfasilitasinya agar semua dapat diselesaikan dengan baik," pungkasnya.

Subiati mengungkap dirinya sebagai ahli waris dari kakeknya Bamba Uwa’ Galung.

Atas tanah SDN Pombuntang yang digunakan sejak awal 1974 oleh pemerintah daerah.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Luwu Utara membantah jika lahan SDN Pombuntang adalah milik pihak tertentu.

Kepala Dinas Pendidikan Luwu Utara, Jasrum, mengatakan, Pemkab sudah mengantongi sertifikat lahan tersebut sejak tahun 2005.

"Sertifikatnya ada, jadi tidak benar kalau Pemkab dikatakan mengambil alih lokasi SDN Pombuntang," kata Jasrum.

"Sertifikat lahan ada dan ditandatangani langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Luwu Utara 2005 silam, saat itu masih pak Thahar Rum yang menjabat Kadis Pendidikan," sambung Jasrum.

Jasrum mengaku heran, tiba-tiba ada pihak mengklaim jika lahan dimana SDN Pombuntang dibangun adalah miliknya.

Bahkan dirinya mempersilahkan oknum tersebut untuk menempuh jalur hukum dan menunjukkan bukti sah jika memang lahan tersebut adalah miliknya.

"Dalam sertifikat itu jelas, atas nama Pemkab Luwu Utara. Luasnya 2.019 meter persegi, ditandatangani Kepala Kantor Pertanahan Luwu Utara tanggal 29 Juli 2005, saat itu kepala kantornya masih pak Darmawidjaya. Kalau ada pihak yang merasa itu haknya, silahkan tempuh jalur hukum," tegas Jasrum.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved