Breaking News:

Pemerintah Usul Naikkan Pajak Pertambahan Nilai 12 %, Waspadai Konsekuensinya

pemerintah juga bisa mengenakan tarif berbeda dari tarif yang dimaksud atas penyerahan barang kena pajak tertentu atau jasa kena pajak tertentu

Editor: Ina Maharani
Ilustrasi pajak(THINKSTOCK) 

Ketentuan mengenai nilai lain yang dimaksud diberikan dalam harga jual, penggantian, nilai impor, dan nilai ekspor sukar ditetapkan dan nantinya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.

Pemerintah juga akan menerapkan PPN sebesar 0% kepada ekspor barang kena pajak berwujud, ekspor barang kena pajak tidak berwujud, dan ekspor jasa kena pajak. 

Apa yang Terjadi Jika PPN Naik?

BEBERAPA waktu lalu Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede sempat memaparkan apa yang akan terjadi jika PPN naik.

Ia mengatakan, konsekuensi apabila peningkatan tarif PPN berlangsung maka ada potensi kenaikan inflasi yang disebabkan oleh cost-push-inflation.

Artinya kenaikan inflasi terjadi akibat kenaikan tarif PPN yang tidak diiringi oleh peningkatan permintaan.

Kenaikan inflasi ini juga akan cenderung membatasi daya beli masyarakat sehingga konsumsi rumah tangga juga melambat.

Meski demikian, Josua bilang, memang kenaikan tarif PPN merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mendorong konsolidasi fiskal sedemikian sehingga defisit APBN dapat kembali ke level normal.

Dengan adanya peningkatan tarif PPN, dapat mendorong ruang fiskal yang dapat menunjang perekonomian di jangka panjang, seperti belanja infrastruktur dan program prioritas lainnya.

Josua mencermati pada tahun 2020, pembayaran bunga mencapai hampir 20% dari pendapatan negara. Dus, jika kapasitas fiskal tidak dinaikkan, maka ruang fiskal menjadi sangat kecil, dan akan membatasi ruang gerak dari pemerintah. (Kontan.co.id)

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved