Breaking News:

Virus Corona

Covid-19 Melonjak di Bangkalan karena Banyak Warga Mengaku Kebal Corona,

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, Madura, Jawa Timur, rata-rata hanya dirawat tak kurang 24 jam

Editor: Muh. Irham
Kompas.com
Virus Corona 

TRIBUNTIMUR.COM - Pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, Madura, Jawa Timur, rata-rata hanya mendapat perawatan tak kurang dari 24 jam. 

Mereka tak bisa bertahan lama sebelum akhirnya meninggal dunia. 

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Agus Sugianto Zain, rata-rata pasien Covid-19 di Bangkalan baru bersedia ke rumah sakit ketika kondisinya sudah berat atau sangat parah.

Hal tersebut diketahui setelah pemerintah daerah melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap manajemen rumah sakit.

"Awalnya, seminggu dua kasus meninggal, ini kan mempengaruhi zona karena ada rumusnya. Ini lebih dari itu, lebih dari dua. Dan presentasenya begini, dari 10 orang dari 15 orang yang meninggal, setelah dibawa ke rumah sakit (RSUD Bangkalan), kurang dari 24 jam dirawat, namun sudah meninggal," kata Agus, saat dikonfirmasi, Minggu (6/6/2021).

Ia menyebut, kesadaran masyarakat di Bangkalan memang masih sangat rendah terhadap adanya Covid-19. Pihak rumah sakit juga tidak bisa berbuat banyak karena pasien cenderung enggan memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit ketika tidak memiliki gejala berat.

"Rumah sakit juga tidak bisa berbuat banyak, tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Agus.   Ia menilai, melonjaknya angka kasus Covid-19 dan angka kasus pasien Covid-19 meninggal ini banyak dipengaruhi oleh perilaku masyarakat sendiri.

Menurut dia, masih banyak masyarakat yang menganggap kebal dengan virus corona hingga abai dengan protokol kesehatan serta mengabaikan kondisi kesehatan mereka sendiri.

"Ini kan menyangkut perilaku, tentang nilai-nilai kesehatan. Artinya ketika sakit parah, masyarakat baru datang ke rumah sakit," kata Agus.

Apalagi, rumah sakit di Bangkalan yang menangani pasien Covid-19 hanya ada tiga, yakni RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu dan dua rumah sakit swasta.

Namun, kapasitas BOR di rumah sakit swasta juga terbatas, sehingga mayoritas pasien dibawa ke RSUD Bangkalan.

Ketika sudah tidak mampu menampung pasien Covid-19, maka pasien dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

"Karena yang ditunjuk memang cuma RSUD Bangkalan, tapi pemkab minta dukungan RS swasta, yakni RS Ngudia Husada dan RS Lukas. Itu pun kapasitas bednya terbatas," kata Agus.

Per hari ini atau Minggu (6/6/2021), ada 25 kasus pasien baru yang positif Covid-19, kemudian 2 pasien Covid-19 meninggal, dan 17 orang dinyatakan suspek corona.

Berdasarkan data akumulatif per tanggal 6 Juni 2021, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangkalan sebanyak 1.779 orang. Kemudian, jumlah pasien sembuh 1.520 orang, pasien Covid-19 meninggal 180 orang, dan kasus Covid-19 aktif 79 orang.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved