Sebut Ganjar Pranowo Dijegal Jadi Capres, Denny Siregar: Sabar yo,Pak. Pak Jokowi Juga Dulu Digituin
Rekaman suara 3 menit 46 detik itu diduga Bambang Pacul mengancam bakal mundur jika PDIP mengusung Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar berkomentar soal rekaman suara diduga Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul.
Rekaman suara 3 menit 46 detik itu diduga Bambang Pacul mengancam bakal mundur jika PDIP mengusung Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.
Denny Siregar pun berkomentar melalui akun Twitter @Dennysiregar7, seperti dilansir Tribun-timur.com.
"Wah wah... Pak @ganjarpranowo belum apa2 sudah dijegal. Sabar yo, pak... Pak @jokowi juga dulu digituin, akhirnya jadi juga..
Manusia boleh berusaha, tapi kalau Tuhan sudah menentukan, yang terjadi terjadilah.. (emoji)," tulis Denny Siregar, Sabtu (5/6/2021) pukul 00.43 malam.
Dilansir dari Tribunnews.com, suara diduga Bambang itu mengibaratkan Puan Maharani seperti teh botol sosro.
Siapapun capresnya, kata dia, wakilnya harus Puan Maharani.
"Jadi rumusnya Puan Maharani teh botol sosro. Apapun makanannya minumnya teh botol. Ya to? Siapapun calon presidennya wakilnya PM. Masuk akal tidak? Ya pasti masuk to pak. Apakah presidennya Ganjar wakilnya Puan? Yang bener," ucapnya.
Suara ditengarai Bambang itu mengatakan soal capres, DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah tidak sejalan dengan kemauannya Ganjar dalam hal pencalonan presiden.
"Apa yang dilakukan DPD PDIP? Menunggu titah ketua umum. Kita sudah mempersiapkan. Kenapa? Saya akan ajak bicara ketua umum, saya jelaskan. Ora cul, iki aku intine Ganjar yang akan saya kasih rekomendasi. Mohon ijin bu saya mengundurkan diri," ucap dalam rekaman tersebut.
Berikut transkrip percakapan lanjutannya tersebut:
Berani cul, berani, kenapa takut? Nanti kalau Ganjar dikasih rekomendasi. Kemungkinan itu ada tidak? Ya ada, tapi nol koma nol nol persen.
Masih ada mbak Puan tidak bisa to pak. Teorinya siapa. Lha dulu Pak Jokowi bisa. Lha dulu Mbak Puan masih indil-indil. Sekarang ya tidak bisa.
(Mbak Puan) semua lorong kekuasaan istana pernah. Semua lorong di senayan pernah. Kurang apa? Kekuasaan di Republik itu hanya di dua titik. Di senayan dan istana. Mbak Puan pernah bergerak di dua lorong itu. Pengalaman sudah punya. Elit-elit sudah kenal semua, lebih gampang untuk berembuk.
Nanti kalau saya menegur (Ganjar), dia balas. Memang kamu siapa cul, negur aku. Yang bisa negur aku Bu Mega tok. Kan begitu mulutnya dia. DPD dan Ganjar beda pendapat, biar yang nilai ketua umum.
Ya kalau saya diberi kewenangan ya saya ajak tarung tidak perduli saya. Ini tak kasih kalian semua. Kalau rekom jatuh ke Ganjar, Bambang Pacul mengundurkan diri dari jabatannya!
Disclaimer:
Saat ini Tribun Network tengah berupaya mengkonfirmasi kebenaran rekaman tersebut kepada pihak terkait dan DPP PDI Perjuangan.. (Tribun-timur.com/ Sakinah Sudin/ Tribunnews.com/ Dennis Destryawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sebut-ganjar-pranowo-dijegal-jadi-capres-denny-siregar-sabar-yopak-pak-jokowi-juga-dulu-digituin.jpg)