Breaking News:

Liputan Khusus

Geliat Kutub Politik Klasik Nasionalis Religius Jelang Pilpres 2024 dan Posisi Sulawesi Selatan

Kutub politik Indonesia selama ini terbagi menjadi dua yakni nasional religius. Pada Pilpres 2019 gabungan kelompok ini berhasil menang.

Editor: Muh Hasim Arfah
handover
Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin adalah simbol pasangan nasionalis religius yang memenangkan Pilpres 2019. Kutub politik klasik menuju Pilpres 2024 juga masih memperlihatkan kutub politik Indonesia ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Kutub politik Indonesia selama ini terbagi menjadi dua yakni nasional religius.

Pada Pilpres 2019 lalu, gabungan kedua kelompok ini memenangkan Pilpres.

Nasionalis-Religius adalah kekuatan atau kelompok politik yang mengintegrasikan gagasan nasionalisme Indonesia dengan ide-ide religiusitas Islam dan nilai-nilai keagamaan.

Mereka adalah representasi dari kelompok-kelompok Islam yang tetap mendukung eksistensi Indonesia dalam bentuk Negara Kesatuan (NKRI).

Mengapa Islam karena 231.000.000 orang atau 86,7 penduduk Indonesia adalah Islam.

Pada ajang perhelatan Pilpres 2019, kekuatan politik diatas telah terbelah menjadi dua.

Keduanya memiliki kekuatan yang sama-sama mengandung ideologi politik yang sama.

Baca juga: Menuju Pilpres 2024, Ideologi Nasionalis versus Religius tanpa Capres dari Sulawesi Selatan

Pada poros Jokowi-Maruf Amin pasangan nomor 1 ada kelompok Nasionalisme-Religius, yakni  PKB dan PPP, dan ada juga kelompok Nasionalisme yakni PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura.

Ditambah tiga kelompok non-parlemen, yaitu PKPI, Perindo dan PSI.

Sedangkan pada poros Prabowo-Sandi pasangan nomor 2 adalah kelompok Nasionalis.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved