Breaking News:

Tribun Wajo

Surat Bupati Wajo Disorot, Pengamat Minta Amran Mahmud Ambil Sikap

Hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Wajo memanas, lantaran surat-surat yang keliru.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Ketua Pelita Hukum Independen (PHI), Sudirman 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Hubungan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Wajo memanas, lantaran surat-surat yang keliru.

Pengamat kebijakan publik, Sudirman, yang juga merupakan Ketua Pelita Hukum Independen (PHI) menilai langkah DPRD Wajo sudah tepat dengan menyoal surat Bupati Wajo yang senantiasa keliru.

"Alhamdulillah kalau DPRD sudah mempersoalkan surat Bupati yang sering terjadi kesalahan, bukan sekali tapi memang berulang kali," kata Sudirman, kepada Tribun Timur, Jumat (4/6/2021).

Lelaki yang berprofesi sebagai advokat itu menganggap, meski terkesan terlambat, bukanlah kesalahan bilamana legislator dibuat berang gara-gara surat.

"Meskipun respon DPRD terlambat juga sebab saya selaku Ketua PHI sejak awal pandemi 2020 sudah seringkali mempersoalkan surat Bupati," katanya.

Sudirman berharap, keberangan legislatif ke eksekutif perlu direspon secara bijak oleh Bupati Wajo, Amran Mahmud.

Apalagi keberangan anggota DPRD Wajo justru ke anak buah Amran Mahmud yang dinilai bertanggungjawab atas keluarnya surat-surat itu.

"Tidak salah kalau legislatif mempersoalkan anak buah bupati yang bertanggung jawab, yang salah kemudian kalau Bupati terus terusan mendiamkan hal ini," katanya.

Sorotan organisasi masyarakat (ormas) dan juga wakil rakyat mestinya menjadi pertimbangan Amran Mahmud dan mengevaluasi kinerja anak buahnya.

"Sorotan ormas dan sorotan wakil rakyat itu adalah sorotan rakyat, kita lihat sejauh mana kepekaan bupati menyikapi persoalan ini, kalau amanah tentu memperhatikan suara rakyat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved