Breaking News:

Tribun Wajo

Pasca Pilkades Patila, Dua Kelompok Cakades Bergantian Mengadu di DPRD Wajo

Pasca pemilihan kepala desa di Desa Patila, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, dua kelompok pendukung cakades memanas.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Kelompok masyarakat pendukung salah satu cakades di Desa Patila saat menyampaikan aspirasi di DPRD Wajo, Kamis (362021) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pasca pemilihan kepala desa di Desa Patila, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, dua kelompok pendukung cakades memanas.

Hal itu terbukti di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, saat dua kelompok pendukung cakades itu nyaris bentrok saat sama-sama hendak menyampaikan aspirasi, Kamis (3/6/2021).

Kelompok pertama yang mengatasnamakan Rumah Aspirasi Masyarakat Desa Patila, yang mana Dewan Pertimbangannya, Amsyahar adalah salah satu cakades di Desa Patila.

Amsyahar bersama sekitar 50 orang mengadukan soal adanya dugaan pungli penerbitan sertifikat proyek operasi nasional agraria (Prona) yang kini bernama pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

Bahkan, dugaan pungli itu telah dibawa ke ranah hukum dengan dilaporkan ke Polres Wajo.

Selain menyoal soal dugaan pungli di Desa Patila, masyarakat juga menyinggung perihal adanya kecurangan yang dilakukan oleh cakades petahana pada Pilkades 25 Mei 2021 lalu.

Diketahui, Amsyahar adalah cakades yang tidak terpilih lantaran suaranya kalah banyak dari cakades petahana, yakni Fatmawati Ahsan.

Lalu, kelompok kedua yang datang adalah kelompok pendukung cakades petahana, yakni Fatmawati Ahsan.

Pihaknya menyebutkan, tudingan kelompok Amsyahar adalah upaya pencemaran nama baik dan juga telah diadukan ke Polres Wajo.

Selain itu, segala pihak Fatmawati Ahsan juga menampik adanya dugaan pungli terkait sertifikat Prona.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved