Breaking News:

Tribun Wajo

Beli Rokok Pakai Uang Palsu, Warga Keera Wajo Nyaris Diamuk Massa

Apes sekali nasib pengecer BBM jenis premium asal Desa Ciromani, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo bernama Ambo Aso (38).

Polsek Pitumpanua
Terduga pelaku peredaran uang palsu di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo ditangkap polisi, Kamis (362021) malam. 

TRIBUNWAJO.COM, PITUMPANUA - Apes sekali nasib pengecer BBM jenis premium asal Desa Ciromani, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo bernama Ambo Aso (38).

Dirinya merugi lantaran seorang tak dikenal beli premium eceran di gerainya dengan menggunakan uang palsu sebanyak Rp 400.000.

Tak habis pikir, dirinya pun tak ingin rugi-rugi amat dengan berniat membelanjakan uang palsu itu di Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Kamis, (3/6/2021) malam.

Sayangnya, Ambo Aso yang membeli rokok menggunakan uang palsu itu disadari pemilik kios di Desa Batu.

Alhasil, informasi soal beredarnya uang palsu itu langsung buat heboh dan masyarakat berbondong-bondong nyaris menghakimi Ambo Aso.

Untungnya, personel Polsek Pitumpanua langsung bergerak ke TKP mengamankan pelaku dan barang bukti, agar tak menjadi amuk massa.

"Telah terjadi dugaan peredaran uang palsu yang terjadi di Desa Batu, berdasarkan informasi dari masyarakat," kata Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah.

Sebagaimana informasi dari masyarakat, Ambo Aso yang membeli sebungkus rokok diduga menggunakan uang palsu.

Dengan uang palsu pecahan Rp 100.000, Ambo Aso membeli 5 bungkus.

Lima bungkus rokok, serta empat lembar uang pecahan Rp 100.000 yang diduga palsu itu telah diamankan personel Polsek Pitumpanua.

"Barang bukti sudah diamankan anggota (Polsek Pitumpanua) bersama terduga pelaku," katanya.

Lebih lanjut, Muhammad Islam menyebutkan, bahwa Ambo Aso bukanlah produsen uang palsu.

Melainkan, hanya memeroleh uang palsu itu dari seseorang yang tak dikenal yang membeli BBM jenis premium di tempat usahanya.

"Adapun maksudnya mengedarkan uang  palsu tersebut untuk mengembalikan uang harga bensinnya yang dibeli seorang yang tidak dikenal nama dan alamatnya," katanya.

Meski demikian, Ambo Aso tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lantaran melakukan praktek peredaran uang palsu. (*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved