Breaking News:

Tribun Bone

VIDEO: Mengenal Muhammad Fajrul Ulum, Putra Bone yang Lulus di Universitas Al Azhar Mesir

Muhammad Fajrul Ulum, alumni Pondok Pesantren Al Junaidiyah Biru, Kabupaten Bone yang diterima kuliah Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG BARAT - Rona bahagia terpancar di wajah Muhammad Fajrul Ulum.

Dia merupakan alumni Pondok Pesantren Al Junaidiyah Biru, Kabupaten Bone yang diterima kuliah Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.
Siapa sebenarnya Muhammad Fajrul Ulum?
Muhammad Fajrul Ulum merupakan anak pertama dari pasangan Muhammad Surur dan Hilyah.
Usianya masih 18 tahun. Dia lahir di Watampone 1 Mei 2003.
Pendidikan sekolah dasar dia tempuh di empat sekolah. Pernah di Bone, Maluku dan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sebab, dia harus ikuti orang tuanya yang berpindah-pindah tempat kerja. Ayahnya berprofesi sebagai hakim pengadilan agama.
Muhammad Fajrul Ulum lulus sekolah dasar di SDN 2 Nganganaumala Bau-Bau, Sultra.
Kemudian dia melanjutkan pendidikan menengah pertama di MTS Al Junaidiyah Biru Bone. 
Lalu pendidikan menengah atas di PDF Ulya Al Junaidiyah Biru.
Raihan prestasi diukir pemilik akun instagram ulummm_87 ini. 
Dia meraih juara pertama lomba Cerdas Cermat se-Sulselbar pada tahun 2009 dan juara pertama Cerdas Cermat MTQ tahun 2020.
Muhammad Fajrul Ulum merasa senang bisa melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar. 
"Alhamdulillah saya sangat senang. Ini cita-cita sejak kecil yang saya impikan," ucapnya saat ditemui, Selasa (1/6/2021).
Kata Ulum sapaan akrabnya, apa yang diraihnya saat ini bisa terwujud berkat doa dan dukungan orang terdekat.
Tentunya juga tak lepas dari doa tiada henti kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
"Alhamdulillah bisa terwujud berkat orang tua, guru dan teman-teman yang selalu mendoakan saya, mensupport saya, sehingga bisa lulus di Universitas Al Azhar," ucapnya.
"Jangan lupa berdoa, usaha dan meningkatkan takwa kepada Allah. Kalau sudah usaha, sisa tawakkal," tambahnya.
Ulum mengaku, dia termotivasi kuliah di Universitas Al Azhar karena melihat wali kelas dan gurunya yang merupakan alumni Universitas Al Azhar.
"Ilmu yang diajarkan kepada kami sangat banyak, tidak bisa terhitung. Ini memotivasi saya melanjutkan pendidikan di sana," tuturnya.
Untuk bisa diterima di Universitas Al Azhar, menurut Ulum tidaklah mudah. Dia harus bersaing dengan 5 ribu pendaftar lainnya.
Ada dua tes yang harus dilalui, yakni tes CBT dan wawancara.
Dia mengaku agak kesulitan di tes CBT karena ada 50 soal yang harus dikerja dalam waktu 45 menit.
Sedangkan di tes wawancara agak lebih mudah karena tesnya berupa tes wawasan kebangsaan, hafalan Al Quran dan membaca kitab kuning.
Dalam menghadapi tes, Ulum bersama temannya mengikuti bimbingan belajar selama 10 hari. Selama bimbingan, dia terus belajar banyak soal-soal.
Di Universitas Al Azhar, rencananya Ulum mengambil jurusan syariah islamiah. Ia tertarik dengan ilmu hukum Islam.
"Saya tertarik karena syariah Islam adalah tombaknya Islam. Mempelajari mengenai cara memperbaiki salat, ibadah kepada Ilahi dan ruang lingkup keislaman yang lebih luas," katanya.
"Saya juga bercita-cita ingin menjadi hakim, mengikuti jejak orang tua saya," pungkasnya.
Laporan Kontributor TribunBone.com, Kaswadi Anwar
 
Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved