Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Cerita Anggota Polisi yang Diperbantukan sebagai Ajudan Nurdin Abdullah Terima Uang Rp 800 Juta

Salman adalah anggota polisi yang diperbantukan di Pemprov Sulsel sebagai ajudan sekaligus sebagai pengawal untuk menjaga keselamatan sang Gubernur.

Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Suasana sidang pemeriksaan saksi kedua, terdakwa penyuap Nurdin Abdullah, Agung Sucipto, di Ruang Sidang Utama, Prof Harifin A. Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (362021) 

TRIBUNTIMUR.COM - Mantan ajudan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, Salman, dihadirkan sebagai saksi pada sidang dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Pengadilan Negeri Makassar.

Salman adalah anggota polisi yang diperbantukan di Pemprov Sulsel sebagai ajudan sekaligus sebagai pengawal untuk menjaga keselamatan sang Gubernur.

Di hadapan majelis hakim, Salman menceritakan fakta uang suap Rp 1 miliar dari seorang kontraktor bernama Nuwardi Bin Pakki alias H Momo.

Salman mengungkapkan, saat itu hari Minggu sekitar pukul 7.30 Wita pagi. Ia diminta oleh Nurdin Abdullah bertemu mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sari Pudjiastuti.

"Saya diminta (Nurdin Abdullah) untuk ketemu Ibu Sari. Katanya mau ambil titipan," ungkapnya.

Dia kemudian menjemput Sari yang kala itu berada di Hotel The Rinra. Setelah dijemput, Sari mengarahkan Salman untuk menuju ke arah pelataran Vida View.

"Saya bersama ibu Sari di sana menunggu di parkiran Vida View. Baru kemudian sebuah mobil hitam datang dan memindahkan sebuah koper berwarna kuning ke mobil kami," bebernya.

Salman mengaku awalnya tidak mengetahui isi koper kuning tersebut, namun oleh Ibu Sari, Salman mengetahui jika isi koper tersebut adalah sejumlah uang titipan.

Selanjutnya kata Salman, uang kemudian dibawa ke seseorang pimpinan Bank Mandiri bernama Ardi. Sesuai instruksi Nurdin, uang dalam koper akan ditukarkan dengan uang baru dari Bank Mandiri.

Nurdin kata Salman memang meminta kepada pihak bank untuk menyediakan uang baru (nomor seri baru) sebesar Rp 800 juta. Namun kata Salman, uang yang bisa disediakan Bank Mandiri Panakkukang saat itu hanya sekitar Rp 400 juta.

Uang itu kemudian dibawa ke Rumah Jabatan Nurdin Abdullah dan diletakkannya di atas meja kerjanya.

Selanjutnya Salman mengaku diminta lagi untuk mengambil sisanya Rp400 juta. Uang itu tidak lagi dalam koper, namun sudah dalam kantong plastik.

Uang itu lantas diserahkan pada Nurdin Abdullah di ruang kerjanya. Setelah itu, Salman mengaku sudah tidak tahu apa-apa lagi.

Diketahui dalam kasus ini, Agung Sucipto memang telah menyatakan akan bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap keterlibatan pihak lainnya dalam kasus suap proyek infrastruktur Sulsel. Dirinya telah mengajukan permohonan untuk menjadi Justice Collaborator (JC).

Namun belum sempat memberi kesaksian, sejumlah saksi kasus ini justru membeberkan keterlibatan dan pemberian uang dari sejumlah kontraktor.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved