Breaking News:

Rotasi Bumi

Temuan Baru Ilmuwan: Perputaran Bumi Makin Cepat

Namun dalam sejarahnya, Bumi tidak berotasi secara sempurna dan seragam seperti waktu tersebut.

Editor: Muh. Irham
Tribunnews
Planet Bumi 

TRIBUNTIMUR.COM - Planet bumi secara teoritis, berotasi selama 86.400 detik atau setara 24 jam.

Namun dalam sejarahnya, Bumi tidak berotasi secara sempurna dan seragam seperti waktu tersebut.

Rotasi Bumi sebenarnya melambat sehingga rata-rata panjang hari meningkat sekitar 1,8 milidetik per abad.

Ini berarti bahwa 600 juta tahun yang lalu, waktu dalam satu hari hanya berlangsung selama 21 jam.

Melansir Science Focus, Rabu (2/6/2021), variasi panjang hari disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk efek pasang surut Bulan dan Matahari, kopling inti-mantel di dalam Bumi, dan distribusi massa keseluruhan di planet ini.

Aktivitas seismik, glasiasi, cuaca, lautan, dan medan magnet bumi juga dapat memengaruhi panjang hari.

Pada tahun 2020 para ilmuwan membuat penemuan yang mengejutkan. Mereka menemukan bahwa, alih-alih melambat, Bumi malah mulai berputar lebih cepat. Sekarang berputar lebih cepat daripada kapan pun dalam 50 tahun terakhir.

Faktanya, rekor 28 hari terpendek semuanya terjadi selama tahun 2020.

Sampai saat ini, para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan peningkatan laju rotasi Bumi ini, tetapi beberapa orang berpendapat bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh mencairnya gletser selama abad ke-20, atau akumulasi air dalam jumlah besar di reservoir belahan bumi utara.

Namun, para ahli memperkirakan bahwa perputaran Bumi yang lebih cepat ini adalah efek sementara dan Bumi akan mulai melambat lagi di masa depan.

Tapi, untuk saat ini, haruskah kita khawatir?

Meskipun tidak akan berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari, mungkin ada implikasi serius untuk teknologi seperti satelit GPS, telepon pintar, komputer, dan jaringan komunikasi, yang semuanya bergantung pada sistem waktu yang sangat akurat.

Tetapi masalah seperti itu pada akhirnya dapat diatasi, mungkin hanya dengan mengurangi satu detik kabisat daripada menambahkan satu.

Jadi tidak, kita tidak perlu khawatir, kecuali pemendekan hari tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved