Breaking News:

Tribun Makassar

Seminar Kebangsaan GMNI Sulsel Bahas Radikalisme dan Toleransi

dampak dari merebaknya paham radikalisme ini telah mengakibatkan tindakan teror di beberapa daerah.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/IKHSAN
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulsel menggelar Seminar Kebangsaan dengan tema Peran Media dan Pemuda Dalam Menangkal Paham Radikalisme Serta Menjaga Toleransi umat Beragama di Sulawesi Selatan. Seminar tersebut digelar di Lantai 2 Hotel Grand Imawan, Jl Pengayoman, Kecamatan Panakukang, Makassar, Selasa (1/6/2021). 

 Untuk itu katanya, peran pemuda dan media sangat penting, untuk membantu mensosialisasikan paham moderasi beragama.

"Serta kita harus menumbuhkan komitmen kebangsaan, jadi paham apapun yang dipahami oleh penganut agamanya. Selama mereka memegang moderat atau moderasi beragama, maka paham-paham radikalisme tentu bisa dicegah," jelasnya.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini, memunculkan pemuda yang anti terhadap tindakan seperti ini," pungkasnya.

Semenatara itu sebagai pembicara kedua, AS Kambie mengeluarkan sebuah buku sebelum mulai berbicara.

Kedua buku tersebut yaitu, Dibawah Bendera Revolusi yang ditulis Soekarno, dan Kapota Selekta Pendidikan Islam oleh Moh Nazir.

Menurut Kambie, dasar-dasar negara Indonesia ada di dua buku ini. 

Soekarno mewakili Nasionalis, dan Moh Nazir mewakili pemikiran islam.

"Jadi melalui dua buku ini, sudah menyelesaikan perdebatan tentang nasionalisme dan kerukunan beragama. Karena tidak ada orang yang menulis soal nasionalisme dan agama dalam bernegara, serinci kedua buku ini," jelas Kambie.

Namun, ia mengingatkan agar GMNI harus terus waspada, agar paham terorisme tidak masuk ke dalam kampus.

Sebab menurutnya, kelompok yang paling banyak disasar oleh teroris adalah mahasiswa yang merantau, karena dianggap paling rentan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved