Breaking News:

TRIBUN TIMUR WIKI

Petisi Copot Gelar Kerajaan Pangeran Harry Ditandatangani Ribuan Orang, Ada Apa?

Petisi itu diluncurkan dua pekan lalu oleh Lady Colin Campbell, yang menulis buku "Meghan and Harry: The Real Story."

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
(AFP PHOTO/TOLGA AKMEN)
Seniman memberikan sentuhan akhir pada patung lilin Pangeran Harry, Duke of Sussex, dan Meghan, Duchess of Sussex dari Inggris ketika Madame Tussauds bersiap untuk membuka kembali pintunya untuk umum pada 30 Juli 2020 setelah pelonggaran pembatasan penguncian virus corona di Inggris. 

TRIBUNTIMURWIKI.COM - Setelah ramai jadi perbincangan karena keluar dari kerajaan kini kabar terbaru datang dari Pangeran Harry.

Sang pangeran ini ramai-ramai ingin dikeluarkan dari gelarnya sebagai pangeran kerajaannya.

Bahkan petisi untuk mencopot gelar kerajaan dari Pangeran Harry pun telah digaungkan dan ditandatangani.

Dilansir dari Kompas.com, ribuan orang telah menandatangani petisi yang mendesak Pangeran Harry untuk meminta Ratu Elizabeth II menangguhkan gelar kerajaan Inggris miliknya.

Petisi itu diluncurkan dua pekan lalu oleh Lady Colin Campbell, yang menulis buku "Meghan and Harry: The Real Story."

Petisi tersebut mendesak Duke of Sussex untuk secara sukarela meminta Ratu Elizabeth II menangguhkan gelarnya. Artinya gelar tersebut tidak digunakan untuk sementara.

Kepada Daily Star, secara eksklusif Lady Colin Campbell mengungkapkan bahwa peluncuran petisi itu merupakan "hal yang benar untuk dilakukan."

Menurutnya, keputusan itu justru akan membebaskan Harry. Sebab Harry dinilai sudah “cukup besar” sehingga tidak membutuhkan gelar kerajaannya.

“Dia melampaui itu, dia tidak membutuhkannya (gelar kerajaan), itu adalah belenggu yang bisa dia lakukan tanpanya. Dia terlalu besar untuk itu sekarang."

"Dia masih (akan) mendapat publisitas. Dia masih mendapat perhatian,” tambah Lady C.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved