Breaking News:

Virus Corona

Sudah Ada 59 Kasus VoC di Indonesia, Lebih Mudah Menular

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, sudah ada 59 kasus varian of concern (VoC) di Indonesia.

unsplash/CDC
Sejumlah Fakta Penelusuran Varian Virus Corona B.1.1.7, B.1.617 dan B.1.351 di Indonesia 

TRIBUNTIMUR.COM - Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, sudah ada 59 kasus varian of concern (VoC) di Indonesia.

WHO mengatakan varian Corona yang berada dalam kategori VoC artinya harus diawasi secara ketat demi mengetahui perkembangan pandemi.

Ahli penyakit infeksi WHO, Maria Van Kerkhove, menjelaskan naiknya status B1617 menjadi VoC karena sudah ada bukti bahwa mutasi menyebabkan virus bersifat lebih mudah menular.

Saat ini penelitian masih terus dilanjutkan untuk melihat apakah mutasi juga berdampak pada keparahan gejala, kemampuan virus menghindari antibodi, dan sensitivitas alat diagnosis.

"Kami mengkategorikan varian ini sebagai variant of concern pada skala global... Sudah ada informasi yang menunjukkan tanda-tanda peningkatan penularan," kata Maria seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (11/5/2021) lalu.

Sementara itu, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) Prof Amin Subandrio mengungkapkan, VoC di Indonesia mulai dari varian Corona India B1617 hingga varian Corona Inggris B117 dan varian Corona raja B1351 Afrika Selatan.

Menurut Prof Amin, virus corona asal India terus bertambah di Indonesia. Jumlahnya melonjak di bulan April 2021 lalu.

"Puncaknya terjadi bulan April yang lalu, B1617 ini meningkat tajam, ini karena memang ada beberapa visitor yang dari India sana ke Indonesia," jelas Prof Amin dalam webinar online Minggu (30/5/2021).

"Misalnya yang kita dengar di Cilacap ya dan juga bagaimana mutant-mutant ini kemudian terbawa oleh kemudian terbawa oleh ABK kapal dari India, (menuju) Cilacap dan sempat menyebabkan cukup banyak tenaga kesehatan yang terinfeksi," kata dia.

Prof Amin kemudian merinci jumlah kasus varian baru Corona yang diwaspadai dunia.

Varian Corona Inggris B117 sebanyak 23 kasus, Corona B1617 tercatat 32 isolat yang diidentifikasi, dan terakhir varian Corona raja B1351 Afrika Selatan sebanyak 4 kasus.

Adapun varian Corona yang memiliki mutasi E484K, yaitu B1525 juga ditemukan di Batam. Meski begitu, sejauh ini, mutasi Corona yang dominan ditemukan di Indonesia adalah mutasi Corona D614G.

Dari hampir 1.800 yang dilakukan whole genome sequencing, total ada 1.600 isolat yang teridentifikasi mutasi Corona D614G.

"Kalau beberapa virus lain D614G sejauh ini sudah 1.600 jadi di Indonesia pun sudah 90 persenan dari isolat itu memiliki mutasi D614G. Sejauh ini kita di Indonesia sudah men-submit hampir sekitar 1.800 ya," pungkasnya.(*)

Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved