Breaking News:

Tribun Opini

Serangan Hoax Pengendalian Covid-19  

Penguatan literasi kesehatan menjadi sebuah keniscayaan pada darurat kesehatan masyarakat ini

Editor: Imam Wahyudi
Dok Pribadi
Prof Ridwan Amiruddin merupakan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Sulsel, Ketua tim ahli pengendalian covid Sulsel dan Ketum Persakmi Indonesia 

Oleh Ridwan Amiruddin

#Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Sulsel.
#Ketua tim ahli pengendalian covid Sulsel
#Ketum Persakmi Indonesia

#SEBUAH upaya baik bagi pemerintah dalam pengendalian covid-19, itu tidak selalu dianggap sebagai sebuah kebaikan bagi masyarakat. Setiap orang selalu berdiri  dengan pendirian yang didasari pada preferensi dan  latar belakang masing masing. Itu kemudian yang membentuk opini, sikap dan tindakan. 

#Opini maupun persepsi yang terbentuk sebagai sebuah sudat pandang bisa memiliki rentang kendali yang sangat lebar. Mulai dari sangat setuju hingga sangat tidak setuju, seperti dalam skala likert. Pandangan perorangan akan selalu di latari pada keluasan wawasan dan literasi kesehatan yang dimiliki.
#Mengapa ada serangan hoax terhadap program pengendalian covid-19? 

Hal Itu  karena keragaman daya tangkap warga terhadap program yang ditawarkan oleh pemerintah. Satu program bisa multi perspective. Karena itu, selalu di paparkan bahwa pemilihan istilah  nilai, norma dan bentuk verbal terhadap sebuah kebijakan yang akan diluncurkan harus dapat dipahami dengan bahasa yang sintas, tidak multi tafsir, sederhana dan tidak bersifat konotatif. 

Penguatan literasi kesehatan menjadi sebuah keniscayaan pada darurat kesehatan masyarakat ini. Memberikan akses seluas luasnya kepada warga untuk mengakses informasi yang benar tentang masalah kesehatan. Selanjutnya  warga secara mandiri dan kesadaran penuh  mengikuti anjuran kesehatan tanpa tekanan. 

Penyimpangan atau bias informasi termasuk hoax covid-19 dapat terjadi di  sumber informasi, saluran informasi dan penerimanya. Bentuk hoax juga semakin variatif dari media offline hingga video. 

Pembuatan kontent hoaks memiliki banyak motif, dari yang sifatnya kejahilan, meningkatkan  follower, bisnis, menjatuhkan lawan politik, serangan aqidah, hingga untuk menghancurkan suatu bangsa.
Ancaman hoax bagi program covid-19 tentu berdampak buruk terhadap capaian cakupan program. Kepercayaan warga yang turun hingga tingkat partisipasi terhadap protokol kesehatan yang semakin luntur. 

#Bagaimana mengendalikan hoax? 

Secara sederhana hoax dapat dikendalikan dengan meningkatkan daya ktitis terhadap informasi yang diterima. Perhatikan sumber informasinya, apakah berasal dari sumber yang terpercaya misalnya lembaga resmi pemerintah atau NGO. Perhatikan isi pesannya, apakah bersifat agitatif atau informatif.

Isi pesan yang baik bersifat netral. Cermati  pesan secara keseluruhan, hati hati jebakan judul yang profokatif. Nilai kembali kemanfaatan informasi yang diterima. Kalau memberikan manfaat yang baik, dipertimbangkan untuk di bagikan ke sejawat yang dianggap membutuhkan. Kalu dinilai tidak bermanfaat, jangan di si
arkan. 

Jadilah bagian dari yang memberikan solusi terhadap masalah yang sedang di hadapi bangsa ini. Karena sejatinya berita hoax adalah serangan terhadap kehidupan kebangsaan. Menimbulkan kegaduhan, keresahan warga  hingga adu domba adalah target utama setiap penyimpangan berita atau hoax.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved