Breaking News:

Tribun Maros

VIDEO: Perjuangan Warga Maros Buat Pupuk, Susur Sungai dan Panjat Tebing Cari Kotoran Kelelawar

VIDEO: Perjuangan Warga Maros Buat Pupuk Organik, Lewati Sungai dan Panjat Tebing Cari Kotoran Kelelawar

Penulis: Nurul Hidayah
Editor: Hasriyani Latif

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Warga Rammang-rammang, Desa Salenrang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan membuat inovasi pupuk organik dari kotoran kelelawar yang diberi nama pupuk organik guano.

Untuk membuat pupuk organik guano, tentunya dibutuhkan kotoran kelelawar.

Untuk mendapatkan kotoran kelelawar ini warga harus menempuh perjalanan sekitar 20 menit menyusuri sungai.

Tak sampai disitu, kita pun harus memanjat tebing, setinggi kurang lebih 70 meter dengan tingkat kemiringan 90 derajat.

Setelah kotoran kelelawar didapatkan, barulah dimulai proses pembuatan pupuk guano.

Kepala Unit Warung Desa, Iwan Dento mengatakan pupuk organik guano muncul untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk.

"Kotoran kelelawar ini memiliki kandungan gas yang tinggi, namun dibandingkan dengan pupuk organik lainnya, pupuk organik guanonah yang terbaik karena memiliki kandungan yang lengkap," ucap Iwan kepada tribun-maros.com.

Pupuk organik guano berfungsi untuk memperbaiki unsur hara di tanah.

Untuk pupuk guano, kotoran kelelawar dicampurkan dengan nutrisi yang didapatkan dari bahan yang ada di sekitar.

"Ada empat jenis nutrisi yang teman-teman buat disini menggunakan bahan-bahn rumah tangga, seperti pisang, jantung pisang, ikan dan sayuran, nitrisi ini berfungsi untuk melengkapi unsur yang ada pada kotoran kelelawar," ucapnya.

Apabila bahan telah tercampur, kemudian didiamkan selama satu hari untuk melihat reaksi yang tejadi dalam proses pencampuran.

Setelah didiamkan, kemudian dikemas dalam karung berisi 25 liter.

Pemupukan untuk tanaman padi dilakukan tiga kali.

Simak videonya:(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved