Breaking News:

Santri Sulsel

Santri Darul Istiqamah Boarding School Maros Ikuti Swab Test Sebelum Mondok

Ratusan santri Darul Istiqamah Boarding School (DIBS), Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan melakukan Swab Antigen, Minggu (30/05/2021).

Penulis: Nurul Hidayah
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
Ratusan santri Darul Istiqamah Boarding School (DIBS), Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan melakukan Swab Antigen, Minggu (30/05/2021). 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Ratusan santri Darul Istiqamah Boarding School (DIBS), Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan melakukan Swab Antigen, Minggu (30/05/2021).

Sebelum kembali ke pondok, para santri diwajibkan untuk menyerahkan surat keterangan bebas Covid-19.

Hal ini diwajibkan sebagai syarat untuk santri mengikuti proses belajar tatap muka.

Bagi para santri yang tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19, maka pihak civitas Darul Istiqamah Boarding School telah menyediakan tempat beserta para dokter untuk melakukan Swab Antigen di Kantor Pusat DIBS.

Civitas Darul Istiqamah Boarding School Bidang Kepengasuhan, Muh Ihsan mengungkapkan, pemeriksaan surat keterangan bebas Covid-19 dilakukan sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19.

“Swab ini dilakukan karena anak-anak akan kembali berasrama, jadi kami berupaya untuk memastikan anak-anak itu bebas Covid-19 sebelum masuk”, ungkapnya.

Muh Ihsan juga menambahkan, Civitas Darul Istiqamah Boarding School bekerja sama dengan Satgas Covid-19 menyediakan layanan bagi santri yang belum memiliki surat keterangan bebas Covid-19.

“Sebenarnya ini adalah salah satu bentuk layanan bagi santri, tujuannya untuk lebih mempermudah orang tua santri,” tambahnya.

Diharapkan agar secepatnya seluruh santri dapat segera menjalani swab tes, agar proses belajar tatap muka dapat dilaksanakan segera.

Dokter yang bekerja di Klinik Tibunnabawi, Sudiang, dr. Israeni menuturkan pentingnya pelaksanaan Swab yang berkelanjutan.

“Swab Antigen untuk santri sebenarnya sangat bagus asalkan secara continue, apalagi kalau nanti ada santri yang batuk, beringus, dan demam tinggi,” tuturnya.

Israeni yang melakukan tes swab kepada para santri menyarankan agar tidak ada lagi orangtua yang nantinya menjenguk atau berinteraksi langsung dengan santri yang sudah diswab.

“Kalau santri sudah masuk asrama, harusnya tidak boleh semacam ada makanan atau penjenguk yang masuk,” ungkapnya.

Orang tua santri, Ibu Marlian merasa adanya pelaksanaan Swab Antigen kepada anaknya dan diberlakukan kepada semua santri adalah langkah yang baik.

“Bagus, apalagi yang dari daerah lain, untuk menghindari virus, jadi kita waspada, melihat banyak yang meninggal karena Covid-19 di berita, kita mengikuti pemerintah saja,” katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved