Breaking News:

Tribun Sinjai

Ada Korban Jiwa, Tokoh Masyarakat Sinjai Minta Warga Tak Gunakan Perangkap Babi Bertenaga Listrik

Tokoh Masyarakat Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Ambo Tuo meminta warga tak lagi menggunakan perangkap listrik babi.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SAMBA
Suasana rumah duka korban tersetrum listrik perangkap hama babi di Dusun Mattiro Sugi, Desa Patalassang, Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai, Sabtu (29/5/2021) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI TIMUR-Tokoh Masyarakat Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Ambo Tuo meminta warga tak lagi menggunakan perangkap listrik babi.

Apalagi beberapa tahun terakhir ini perangkap babi menimbulkan korban jiwa. 

"Sudah beberapa tahun ini banyak korban jiwa yang ditimbulkan perangkap babi yang dialiri listrik itu," kata Ambo Tuo, Sabtu (29/5/2021).

Dalam dua tahun terakhir ini sudah ada tiga korban meninggal dunia akibat perangkap bertenaga listrik itu.

Selain menimbulkan korban jiwa, perangkap babi bertenaga listrik itu juga mematikan hewan ternak masyarakat.

Peristiwa korban jiwa terakhir dialami oleh pasangan suami istri di Desa Patalassang, Kecamatan Sinjai Timur bernama H. Ahmad (70) dan Hj. Rahe (65) tewas tersangat listrik.

Mereka tewas tersengat listrik saat berada di kebunnya pada pukul 18.45 Wita, Jumat (28/5/2021) petang kemarin.

Mereka tewas berdua setelah terkena setrum listrik untuk perangkap babi hutan di kebun mereka. 

"Pak Haji Ahmad dan Rahe tewas setelah tidak sengaja menyentuh kawat teraliri listrik perangkat babi miliknya sendiri," kata Kepala Dusun Mattiro Sugi, Desa Patalassang, Syamsul Rijal di sela-sela penguburan korban kepada TribunSinjai.Com, Sabtu (29/5/2021).

Diungkap bahwa pasangan suami istri itu telah memasang kawat perangkap bertenaga listrik di sekitar kebun ubi kayunya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved