Breaking News:

Investasi

Jangan Dilakukan! Ini Kesalahan Investasi Harus Dihindari Investor Pemula

Sebagai seorang investor pemula ada beberapa kesalahan dalam Investasi yang perlu dihindari. Berikut ini saran Otoritas Jasa Keuangan.

Editor: Muh Hasim Arfah
handover
Setiap instrumen investasi memiliki karakteristik berbeda 

TRIBUN-TIMUR.COM- Banyak investor pemula tergiur dengan keuntungan saja.

Sehingga, sangat gegabah menginvestasikan dananya ke instrumen Investasi yang ia tak pahami.

Kesalahan umum sebagai investor pemula adalah tidak memiliki pengetahuan dasar tentang jenis investasi.

Masih banyak orang yang terjun berinvestasi mata uang kripto atau saham tanpa memiliki ilmu matang.

Bahkan, tidak sedikit investor pemula yang masuk ke pasar saham tanpa membuat rencana perdagangan terlebih dahulu.

Saham apa yang ramai diperdagangkan, itulah yang dibeli.

Keputusan membeli saham karena ada rekomendasi dari grup-grup saham di aplikasi Telegram atau Instagram.

Baca juga: Enam Tips Atur Keuangan Rumah Tangga Sebelum Menjadi Investor

Tidak memiliki rencana Investasi dapat diibaratkan dengan naik kendaraan tanpa tujuan jelas.

Investor tidak mengetahui kapan harus merealisasikan keuntungan, kapan harus membeli saham, atau kapan harus merelakan keuntungan melayang.

Meskipun investasi ditujukan untuk masa depan, investor pemula dapat melakukan peninjauan atau evaluasi terhadap investasi secara teratur.

Saat bursa saham sedang menunjukkan tren penurunan, Anda perlu meninjau portofolio saham yang dimiliki secara berkala.

Selain itu, mudah panik pada situasi tertentu mengakibatkan panic selling.

Dalam fenomena panic selling, para investor ingin segera melepas sahamnya tanpa memedulikan harga karena takut harganya akan semakin jatuh.

Ini terjadi karena Anda sebagai investor tidak memiliki perencanaan investasi yang matang.

Baca juga: Ini 4 Produk Investasi Menarik Patut Dipertimbangkan di Era Krisis Ekonomi

Kesalahan perhitungkan risiko juga bisa menjadi musibah.

Tidak ada Investasi yang tidak memiliki risiko sama sekali.

Semua jenis investasi pasti berisiko, yang membedakannya hanya tingkat risiko yang dimiliki.

Kesalahan lainnya yang sering terjadi, yakni tidak melakukan diversifikasi portofolio aset.

Ketika Anda tidak melakukan diversifikasi portofolio Investasi, Investasi tersebut akan lebih rentan terpapar suatu risiko spesifik dan volatilitas.

Contoh diversifikasi yang dianjurkan adalah memiliki portofolio investasi yang risiko tinggi (saham) dan aset investasi yang berisiko rendah (emas dan deposito).

Baca juga: Kapan Investasi Emas? Cek Cara Aman Investasi Emas Bagi Pemula atau Milenial

Otoritas Jasa Keuangan dalam materi edukasinya (20/11/2020) menyatakan salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan berinvestasi.

Namun kadang kala investor melakukan kesalahan sehingga investasi tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan.

Menurut OJK, ada 7 kesalahan yang sering dilakukan dalam berinvestasi yang harus dihindari. 

Baca halaman selanjutnya>>>

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved