Breaking News:

Tribun Mamasa

Jalanan Tak Kunjung Diperbaiki, Pemuda Nosu Tuding Pemkab Mamasa Ingkar Janji

Risal mengakui telah beberapa kali melakukan aksi demonstrasi untuk menyuarakan perbaikan jalan tersebut

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/SEMUEL
Penumpang dan pengemudi bergotong royong menarik kendaraan yang terjebak lumpur 

TRIBINMAMASA.COM, NOSU - Setiap musim hujan, ribuan warga di Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, selalu mengeluh lantaran akses jalan sangat tidak memadai.

Di beberapa titik jalan poros Tabone-Nosu yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sumarorong, Kecamatan Nosu, dan Kecamatan Pana', Kabupaten Mamasa, berubah menjadi lumpur laiknya kubangan kerbau.

Akibatnya, masyarakat mengeluh lantaran kondisi akses jalan yang sulit dilalui.

Di beberapa titik yang paling parah, butuh waktu berjam-jam dan mempertaruhkan nyawa, hanya untuk sekedar lewat.

Bahkan tak jarang mobil yang membawa penumpang harus tinggal berhari-hari karena terjebak lumpur.

Hal itu diakui salah seorang Pemuda Nosu, Risal Landolalan, kepada TribunTimur.com via telepon, Kamis (27/5/2021) malam.

Risal Landolan mengatakan, sudah bertahun-tahun jalan Poros Tabone-Nosu-Pana tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat.

Padahal jalan poros ini, satu-satunya jalan penghubung masyarakat Nosu ke Kota Mamasa ataupun ke ibu kota Provinsi Sulawesi Barat.

"Sangat miris dan memprihatinkan, kurang lebih 20 tahun semenjak Mamasa dan provinsi Sulbar dimekarkan menjadi daerah otonom, jalan ini tidak pernah benar-benar diperbaiki," ungkap Risal sapaan Risal Landolalan.

Risal bahkan menduga, jalan ini hanya menjadi komoditi politik para politisi yang tak bermoral.

"Dua dekade jalan itu hanya sekedar janji, tentu sangat menyakiti dan menginjak-injak harga diri masyarakat Tabone, Nosu dan Pana," kesal Risal.

Risal mengakui telah beberapa kali melakukan aksi demonstrasi untuk menyuarakan perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah.

Namun katanya, janji tinggallah janji, sebab hingga hari ini tidak ada langkah konkrit Pemda Mamasa untuk memperbaiki jalan itu.

"Kami berharap, Bupati Mamasa menepati janjinya saat kami aksi beberapa bulan yang lalu, yang mana Pemda Mamasa berjanji akan menyiapkan alat berat standby di jalan poros ini. Tapi sampai sekarang belum ada," tutup Risal berharap.  

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved