Tribun Edukasi
Mengenal Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi Hingga Daratan yang Ditutupi Garam
Tahukah kamu tempat terpanas di bumi? Berikut fakta dari Death Valley tempat terpanas di bumi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tahukah kamu tempat terpanas di bumi. Ya, ada di Death Valley.
Death Valley terletak di Inyo, California, Amerika Serikat, tepatnya di Amerika Utara.
Death Valley merupakan wilayah dengan posisi terendah di seluruh dunia.
Rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di Death Valley terjadi di Furnace Creek pada 10 Juli 1913. Suhunya mencapai 134º Fahrenheit atau sekitar 57º Celcius.
Berikut fakta unik dari Death Valley.
Terlalu panas
Dilansir dari situs U.S. Department of the Interior, suhu di Death Valley sangatlah panas. Bahkan Juli 2018, menjadi bulan terpanas di kawasan ini.
Suhu rata-rata hariannya mencapai 108,1º Fahrenheit atau sekitar 42º Celcius.
Sedangkan pada siang hari suhu tertingginya mencapai 127º Fahrenheit atau 52º Celcius selama empat hari berturut-turut.
Kondisi yang terlalu panas ini bisa menyebakan manusia mengalami dehidrasi dan dapat merusak kendaraan bermotor yang melalui kawasan lembah ini.
Melansir dari U.S. National Park Service, Death Valley berbentuk cekungan panjang dan sempit. Kawasan ini juga dikelilingi pegunungan tinggi serta curam.
Ketika matahari bersinar terik, panasnya akan memancar dan terjebak di kawasan lembah ini.
Hal ini ditambah dengan udara kering dan minimnya tanaman, sehingga hawa dan suhu Death Valley menjadi sangat panas serta cenderung kering.
Asal muasal nama Death Valley
Nama Death Valley diberikan oleh para petualang yang hilang di kawasan ini, pada musim dingin tahun 1849 hingga 1850.
Mereka berasumsi jika lembah ini telah menjadi kuburan bagi para petualang tersebut.
Saat beberapa petualang diselamatkan oleh William Lewis Manly dan John Rogers, para rombongan tersebut berjalan dan keluar melewati lembah di atas Pegunungan Panamint.
Salah seorang di antaranya menoleh ke belakang dan mengucapkan “Goodbye, Death Valley.”
Sehingga sejak saat itu, kawasan ini dikenal sebagai Death Valley atau lembah maut.
Badwater Basin, daratan yang ditutupi garam
Dikutip dari Kids Encyclopedia Facts, Badwater Basin di Death Valley menjadi tempat terendah di Amerika Utara.
Lokasinya berada di 86 meter di bawah permukaan air laut.
Badwater Basin menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Death Valley, karena keunikannya.
Badwater Basin merupakan area yang sangat luas dan rata.
Permukaannya tidak ditutupi oleh tanah, melainkan oleh garam.
Dulunya Death Valley tertutup oleh Danau Manly yang sangat besar.
Karena adanya perubahan cuaca, danau tersebut mengering dan hanya menyisakan mineral.
Ketika mineral tersebut mengering, lapisan kerak garam dan mineral lain akan tercipta.
Proses ini membutuhkan waktu ribuan tahun untuk menciptakan Badwater Basin di Death Valley.
"Batu bergerak" di Death Valley Rasetrack Playa menjadi kawasan yang menyimpan banyak misteri di Death Valley.
Ditemukan ratusan batu berserakan di dasar danau yang telah mengering ini dan menciptakan jejak ketika bebatuan tersebut bergerak.
Beberapa bebatuan dengan bobot mencapai 700 pon telah menempuh jarak 1.500 kaki atau sekitar 400 meter.
Misteri ini selama bertahun-tahun belum bisa terpecahkan. Hingga akhirnya pada 2014, peneliti berhasil menemukan jawabannya.
Para peneliti mengatakan jika angin bisa mendorong bebatuan di atas permukaan licin.
Saat Rasetrack Playa terkena banjir dan mengalami musim dingin, secara otomatis airnya akan membeku dan berubah menjadi lapisan es tipis.
Lapisan inilah yang kemudian mencair dan mengubah permukaan tanah menjadi licin, sehingga ketika terkena angin, bebatuan bisa bergerak sejauh beberapa meter.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/08/130000269/fakta-unik-death-valley-tempat-terpanas-di-bumi?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/taman-nasional-death-valley-di-as-2752021.jpg)