Tribun Wajo

Jalan Amblas di Poros Wajo-Bone Terancam Tak Dikerja, Legislator Wajo Temui Andi Iwan Darmawan

Jalan poros Sengkang-Bone, khususnya di Cempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo terancam tak dikerja tahun 202.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
ist
Anggota Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menerima kunjungan Komisi III DPRD Wajo terkait penanganan jalan Poros Wajo-Bone, Kamis (27/5/2021) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Jalan poros Sengkang-Bone, khususnya di Cempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo terancam tak dikerja tahun 2021.

Padahal jalan poros Sengkang-Bone menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Menyikapi hal itu, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo melakukan kunjungan kerja ke Komisi V DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Rombongan legislator Wajo dipimpin Ketua Komisi III DPRD Wajo, Taqwa Gaffar itu diterima langsung oleh anggota Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras.

Menurut Taqwa Gaffar, Komisi V yang membidangi infrastruktur dan perhubungan itu siap mengawal kelanjutan proses pengerjaan jalanan di Cempa pasca perusahaan yang ditunjuk diputus kontraknya dan diblacklist.

"Beliau (Andi Iwan) segera akan berkoordinasi dengan Balai Besar dan Kementerian PUPR untuk mencarikan solusi. Kalaupun harus menyeberang ke 2022 maka beliau tetap akan mempertahankan kegiatan ini berlanjut untuk dilakukan multiyears," kata Taqwa kepada Tribun Timur.

Legislator Partai Nasdem itu menyebutkan, jalanan yang menghubungkan antara Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone itu adalah objek vital.

Mengingat, bila terjadi banjir akses jalan putus dan masyarakat mesti mengambil jalur alternatif yang cukup jauh.

"Jalanan ini dibutuhkan masyarakat. Kita harus perjuangkan bersama," katanya.

Olehnya, respon dari Komisi V DPR RI, khususnya Andi Iwan Darmawan Aras menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten Wajo.

"Komisi 3 berterima kasih atas respon yang diberikan beliau (Andi Iwan) terhadap aspirasi masyarakat yang kami bawa," katanya.

Diketahui, pemenang tender proyek pengerjaan jalan longsor Watampone-Pompanua-Ulugalung, PT Delima Emas Gasindo diputus kontraknya dan masuk dalam daftar hitam.

Proyek pengerjaan jalan longsor, khususnya di Cempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo dengan pagu anggaran Rp 49.832.750.000 menggunakan APBN 2020.

PT Delima Emas Gasindo adalah pemenang tender dengan penawaran Rp 39.869.433.315,69.

Semestinya, ruas jalan di Cempa, Kecamatan Pammana itu mulai dikerja Agustus 2020 hingga Desember 2021 mendatang.

Namun, sejauh ini tak ada pengerjaan pada proyek multiyears tersebut.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved